Category: ILMU PENGETAHUAN

Hanya Setengah Cm, Inilah Smartphone Tertipis

China bersiap meluncurkan smartphone Vivo X3 yang diklaim paling tipis sedunia. Tebalnya hanya setengah centimeter, bandingkan dengan Huawei Ascend P6 yang sebelumnya memegang rekor 6.2 mm.

Untuk spesifikasinya sendiri, Vivo X3 ini akan mengusung layar 5 inci dengan resolusi 1080 x 1920 piksel, prosesor quad-core 1,5GHz MediaTek MT6589T, RAM 2GB, kamera belakang 8MP, dan kamera depan 5MP.

smartphone-tertipis-di-dunia-VIVO

Ke semua spesifikasi tersebut akan dibungkus dalam bodi berdimensi 143mm x 71mm x 5.7mm dan beroperasi dengan OS Android 4.2 Jelly Bean.

Dilansir PhoneArena, smartphone ini telah lulus sertifikasi. Dengan berhasilnya Vivo X3 dalam uji sertifikasi ini, diperkirakan jika pihak BBK selaku produsen akan meluncurkan smartphone ini pada 22 Agustus mendatang.

Sumber : http://www.apakabardunia.com/2013/08/hanya-setengah-cm-inilah-smartphone.html

Tahukah Kamu Mengapa Kaos Sepak Bola Disebut Jersey?

Sekarang kita terbiasa menyebut kaos bola dengan sebutan jersey. Memang terdengar lebih keren. Tapi mengapa?

Rupanya kebanyakan kaos sepak bola terbuat dari kain yang bernama jersey, yakni jenis tekstil rajutan yang terbuat dari katun dan campuran sintetis. Jenis katun yang dipakai merupakan katun halus tapi lebih tebal dari spandex, serta tidak mudah berbulu.

jersey
news.sportslogos.net

Kain jersey digemari karena sifatnya yang fleksibel, lentur dan mudah menyerap keringat sehingga nyaman digunakan untuk berolahraga. Dan, penggunaan kain jersey tidak hanya untuk kaos sepak bola saja.

Kain jersey tersebut berasal dari pulau bernama Jersey – bagian dari kepulauan Channel, antara Inggris dan Prancis. Sebenarnya, daerah Jersey terkenal dengan penghasil sapi jersey yang memiliki kadar lemak susu tertinggi di antara sapi perah lainnya.

Berkat penemuan kain jersey sebagai bahan dasar kaos sepak bola, pulau ini pun semakin dikenal banyak orang. ‘

Sumber : http://www.apakabardunia.com/2013/08/mengapa-kaos-sepak-bola-disebut-jersey.html

6 Tumbuhan Tertua di Dunia

Berapa lamakah usia tumbuhan yang bisa dicapai? Ratusan, ribuan, atau bahkan lebih dari itu? Bila melihat daftar 6 tumbuhan di bawah ini, bisa jadi kita terperangah betapa lamanya mereka bisa bertumbuh dan tetap hidup.

1. Posidonia oceanica
Posidonia_canali_intermatte

Rumput laut raksasa di Laut Mediterania menduduki peringkat pertama karena berumur 200.000 tahun. Dia berhasil menyalip tanaman Tansania yang selama ini diyakini sebagai yang tertua.

2. Lomatia tasmanica atau Raja Lomatia

Lomatia tasmanica

Tanaman Tasmania ini diyakini sudah berumur 43.600 tahun. Tanaman ini memiliki daun yang mengkilap dan bunga berwarna merah jambu. Meski punya bunga, tapi tanaman ini tidak menghasilkan buah dan biji. Sejauh ini, hanya satu koloni spesies ini yang diketahui hidup di dunia liar.

3. Gaylussacia brachycera atau box huckleberry

Gaylussacia brachycera

Tanaman semak rendah asal Amerika Utara ini satu keluarga dengan blueberry dan tanaman huckleberry lainnya. Usia koloni tanaman ini bisa mencapai umur 13.000 tahun.

4. Larrea tridentata atau creosote bush

creosote2
naturesongs.com

Tanaman ini banyak dijumpai di gurun di Amerika seperti Mojave, Sonoran, dan Chihuahuan. Umur tanaman ini bisa mencapai 11.000 tahun. Tanaman ini banyak dipakai untuk keperluan obat herbal.

5. Populus tremuloides atau quaking aspen

quaking-aspen
ecologyadventure.edublogs.org

Pohon ini bisa tumbuh sampai ketinggian 25 meter. Tanaman ini berasal dari daerah dingin di Amerika Utara. Dia bisa berumur sampai 10.000 tahun.

6. Picea mariana atau black spruce
cartinafinland

cartinafinland.fi

BlackSpruce
mv.com

Tanaman sejenis cemara yang berasal dari bagian utara Amerika Utara. Tanaman ini bisa mencapai usia 1.800 tahun.

sumber : http://www.apakabardunia.com/2013/04/6-tumbuhan-tertua-di-dunia.html

jerawat hilang

Cara menghilangkan jerawat secara alami, tradisional yang efektif dengan memanfaatkan kekayaan Indonesia. Jerawat memang menjadi momok tersendiri bagi sebagian orang, bahkan banyak yang rela menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk menghilangkan jerawat di wajahnya. Sesungguhnya jika kita lebih jeli, banyak bahan-bahan tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati jerawat.

Jerawat ini umumnya muncul ketika seseorang menginjak usia puber. Namun tak jarang juga yang masih harus bergelut dengan jerawat hingga usia dewasa. Penyebab jerawat itu sendiri bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari faktor internal sampai faktor eksternal tubuh kita sendiri. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menghilangkannya :

Menghilangkan jerawat dari dalam

Secara alami, tubuh kita menghasilkan minyak untuk menjaga kelembaban dan kesehatan kulit. Namun jika tubuh menghasilkan minyak berlebih, maka yang terjadi adalah jerawat mudah tumbuh pada kulit berminyak. Lakukan langkah berikut:

1. Hindari makanan berlemak

Hindari makanan kaya lemak seperti, kacang-kacangan, yoghurt, coklat, dan makanan berlemak lainya. Makanan yang mengandung banyak lemak jika dikonsumsi berlebihan akan menjadikanntubuh memproduksi minyak berlebih. Hal tersebut juga berdampak pada kulit, minyak berlebih pada kulit akan menyumbat pori-pori kulit yang akhirnya membentuk gumpalan dan mengundang bakteri Propionibacterium Acnes, bakteri penyebab jerawat.

2. Konsumsi makanan berserat

Makanan yang mengandung banyak serat baik itu buah-buahan maupun sayuran akan membantu tubuh melarutkan lemak jahat pada tubuh. Sehingga kadar minyak berlebih yang dihasilkan tubuh pun berkurang, tentu saja minyak pada kulit pun berkurang.

3. Minum lebih banyak air putih

Air putih sangat baik untuk kulit dan kesehatan tubuh. Air putih membantu menjaga metabolisme tubuh dan yang terpenting membantu proses regenerasi sel kulit. Dengan meminum lebih banyak air putih, akan membersihkan kotoran dalam tubuh yang bisa menyebabkan jerawat.

Menghilangkan jerawat dari luar

1. Madu

Sudah menjadi rahasia umum cairan dengan begitu banyak manfaat ini juga bermanfaat untuk menghilangkan jerawat. Berbagai penelitian membuktikan bahwa madu terbukti berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit dan juga mampu membasmi berjerawat. Cara menggunakanyan sangat mudah yaitu hanya dengan mengoleskan madu pada kulit yang berjerawat. Lakukan hal tersebut dengan menggunakan kapas dan diamkan selama 15 menit, kemudian bilas dengan air putih hingga bersih.

2. Kulit Jeruk dan Lemon

Kulit jeruk dan lemon memiliki khasiat untuk menghilangkan jerawat. Bahkan obat jerawat yang tersedia dipasaran pun banyak yang menggunakan jeruk dan lemon sebagai bahan. menggunakanya cukup mudah, yaitu dengan menumbuk kulit jeruk sampai halus kemudian campur sedikit air. Hasil campuran tersebut bisa dioleskan pada bagian yang berjerawat. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya di biarkan hingga 10-15 menit sebelum dibilas dengan air bersih.

3. Mentimun

Meski jenis buah ini mudah ditemukan dan harganya sangat murah ternyata mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh termasuk untuk mengatasi jerawat. Anda bisa melakukan dengan cara mengiris lalu menempelkan pada bagian yang terkena dan fungsinya untuk untuk memberikan efek sejuk pada bagian kulit yang meradang, setelah 15 menit kemudian cuci dengan air bersih.

4. Pepaya

Kandungan vitamin pada buah pepaya sangat baik untuk kulit. Namun masih jarang yang memanfaatkan untuk mengobati jerawat dikarenakan aromanya. Caranya cukup mudah, blender pepaya sesuai kebutuhan, kemudian oleskan pepaya hasil blender tadi pada wajah selama 20 menit selanjutnya bersihkan dengan air.

5. Putih Telur

Cara menghilangkan jerawat yang ini cukup mudah dan murah, yaitu memanfaatkan telur. Putih telur sangat baik untuk pengobatan jerawat jika digunakan sebagai masker. Caranya cukup mudah, siapkan sebutir telur, ambil putihnya dan gunakan sebagai masker. Diamkan selama 30 menit, kemudian bilas dengan air bersih.
sumber : http://www.sahabatsehat.info/2012/11/cara-menghilangkan-jerawat.html

Rekayasa Genetik Buat Pohon Bakau Muda Selamanya

Perubahan genetik dilakukan dan mencegah perubahan yang terjadi pada pohon yakni menjadi tua dan mati

mangrove,karangsong,indramayu,jawa baratPenanaman bibit mangrove oleh petani di Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. Mangrove yang tengah ditanam ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility(CSR) salah satu perusahaan ternama di Indonesia. (Zika Zakiya/NGI)

Masa hidup pohon tembakau sangat singkat. Mereka berkembang selama tiga sampai empat bulan, lalu berbunga dan mati. Ukuran mereka juga terbatas, biasanya hanya tumbuh hingga ketinggian satu setengah hingga dua meter saja.

Tapi kini peneliti dari Fraunhofer Institute for Molecular Biology and Applied Ecology IME di Munster, Jerman, telah menemukan gen pengontrol usia tanaman tersebut. Artinya, pohon bakau itu bisa dibuat tetap muda selamanya.

Para peneliti tersebut menemukan bahwa perubahan genetik bisa mencegah tumbuhan itu berubah dari berkembang dan berbunga. Perubahan genetik ini juga mencegah perubahan yang terjadi pada pohon menjadi tua dan mati, serta menekan faktor yang menghentikan pertumbuhan.

“Pohon tembakau pertama kita kini sudah berusia sekitar delapan tahun tapi masih tetap terus tumbuh,” kata Dirk Prufer, Head of the Department of Functional and Applied Genomics, IME.

“Meski kami memangkasnya secara reguler, pohon itu kini sudah mencapai ketinggian enam setengah meter. Jika rumah kaca kami lebih tinggi, kami mungkin bisa membiarkannya tumbuh lebih besar. Batangnya sendiri sudah memiliki diameter sepuluh sentimeter,” ucapnya.

Saat daun pohon tembakau normal yang tumbuh dari bawah batang segera menguning dan berguguran, pohon yang dimiliki oleh IME memiliki daun yang tetap hijau dan sehat. Faktor inilah yang membuat para peneliti menyebut spesies pohon tersebut sebagaiforever young.

Tetapi, apa sebenarnya yang dilakukan peneliti hingga membuat pohon itu awet muda dan tumbuh tak terbatas?

“Kami memodifikasi perilaku gen tertentu, dengan kata lain, informasi yang terkandung di dalamnya, sehingga proses berbunga pohon ini menjadi tertunda,” kata Prufer. Kami kemudian memasukkan kembali gen yang sudah dimodifikasi ke tumbuhan itu dengan bantuan bakteri. Tugas bakteri ini bagaikan kendaraan antar bagi gen yang sudah dimodifikasi tersebut,” ucapnya.

Secara teoritis, prinsip di atas bisa ditransfer dan bisa digunakan pada tanaman lain. Saat ini, peneliti tengah membantu perusahaan kimia asal Jepang untuk mengupayakan hal serupa diterapkan pada pohon kentang. Mereka akan menggunakan pengetahuan ini untuk untuk mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan biomassa dalam jumlah yang jauh lebih besar. Dalam kasus kentang, artinya mendapatkan buah yang lebih banyak.

buaya,hutan mangrove,yucatan
 
Hutan mangrove berkontribusi pada sistem dengan memerangkap sedimen yang berguna bagi terumbu karang, menyaring polusi, dan bertindak sebagai tempat pembibitan ikan dan invertebrata karang. Lengkung-lengkung akar mangrove di karang Mesoamerika di NGI Oktober 2012. (Brian Skerry)

“Jika kita ingin memastikan pasokan makanan berbasis tumbuhan tetap aman, hasil panen per hektar harus dilipatgandakan pada tahun 2050,” kata Prufer. “Teknologi ini mendekatkan kita ke target tersebut,” ucapnya.

Di masa datang, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut dan dapat mematikan fungsi pembatas pertumbuhan tanaman menggunakan mutagenesis kimiawi, artinya, menggunakan teknik pengembangan tanaman biasa. Proses ini melibatkan zat kimia yang akan melakukan perubahan pada DNA bibit tanaman.

Kelebihan dari metode ini adalah tanaman yang ditumbuh kembangkan tidak akan perlu lagi dimodifikasi secara genetik, cukup ditanam dan dirawat seperti biasa.

“Namun demikian, jika ingin dapat melakukan itu, kita harus memahami lebih baik seputar gen deregulasi,” kata Prufer menargetkan akan dapat mulai melakukan eksperimen penanaman pada tahun depan. Setelah itu, pohon biasa diharapkan bisa tumbuh menjadi lebih besar dari biasanya.
(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

SUMBER :http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/01/rekayasa-genetik-bikin-pohon-bakau-muda-selamanya

Generasi Tua Wariskan Lingkungan Buruk Bagi Generasi Muda

Generasi muda hidup di lingkungan tercemar, sempitnya lahan, dan kesulitan mendapat akses ke beberapa kebutuhan mendasar manusia.

polusi,air,sampahTumpukan sampah menghilangkan aliran sungai. (Harris Rinaldi/Fotokita.net)

Sempitnya lahan perumahan, polusi membuncah, hingga kesulitan air bersih. Kondisi ini dirasakan benar oleh warga perkotaan.

Kehidupan seperti ini pula yang akan dirasakan oleh anak cucu kita mengingat belum ada perubahan dalam gaya hidup generasi sebelum mereka. Dengan demikian, generasi muda diwariskan lingkungan yang lebih buruk oleh generasi sebelumnya.

Kesimpulan ini disampaikan peneliti senior dan Direktur Sajogyo Institute, Bogor, Noer Fauzi Rachman, dalam diskusi hijau bertopik “Nasib Hutan Indonesia Ada di Tangan Generasi Muda,” Selasa (8/1), di Universitas Nasional, Jakarta.

“Di pedesaan anak muda diwariskan cara buruk dengan diajarkan untuk pergi dari desanya, bukannya pulang membangun kembali desanya,” kata Fauzi tanpa merinci batasan umur antar-generasi ini. Ditambahkan oleh Fauzi, generasi tua tidak memiliki solusi untuk rusaknya alam saat ini. “Tapi generasi muda memiliki solusinya. Selamat berjuang!”

 

diskusi,generasi muda,universitas nasionalDiskusi hijau dengan topik “Nasib Hutan Indonesia Ada di Tangan Generasi Muda,” Selasa (8/1), di Universitas Nasional, Jakarta. Diskusi ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Perspektif Baru (YPB), Kemitraan, dan Universitas Nasional. (Zika Zakiya/NGI).

 

Sri Suci Utami Atmoko sebagai akademisi Fakultas Biologi Univeristas menambahkan, mahasiswa -sebagai perwakilan generasi muda- memiliki waktu lebih lama untuk berada dalam kondisi lingkungan saat ini.

“Mereka tentu juga merasakan perubahan lingkungan yang ada. Untuk bermain bola pun saat ini rasanya sulit sekali mencari lahan,” ujar Suci.

Generasi muda punya tugas berat memulihkan kondisi alam yang ditinggalkan untuk mereka. Beban inilah yang akhirnya melahirkan sisi positif dari generasi muda yaitu lebih mudah menyerap awareness mengenai lingkungan.

Generasi ini juga yang nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan agar bersifat berkelanjutan.

Untuk saat ini, Suci sering mengajak mahasiswanya untuk turun lapangan membagi ilmu mengenai lingkungan pada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan penilaian kaum muda terhadap baik buruknya kondisi alam dan membuat mereka juga lebih sensitif.
(Zika Zakiya)

SUMBER:http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/01/generasi-tua-wariskan-lingkungan-buruk-bagi-generasi-muda

Tapak Jejak Pitarah Sumatra

 

Tapak Jejak Pitarah Sumatra

Gua Harimau mengekalkan kompleks permakaman purba terpadat di Indonesia.

OLEH MAHANDIS Y.THAMRIN 
FOTO OLEH REYNOLD SUMAYKU

“Sssttt..! Ada bayi sedang tidur nyenyak,” ujar Truman Simanjuntak seraya mengacungkan jari telunjuk di bibirnya, “Jangan diganggu, ya.”

Mengenakan topi rimba biru dan bertelanjang kaki, lelaki berkaca mata itu berdiri di tepian petak ekskavasi Gua Harimau. Dia menunjukkan kepada saya sebuah rangka perempuan yang dikuburkan bersama sang bayi yang terbaring di perutnya.

Perempuan ras Mongoloid itu diduga hidup 2.000-an tahun silam. Lengan kirinya mengenakan sebuah gelang perunggu berbentuk bulat. Sementara, cangkang kerang seukuran rentangan telapak tangan orang dewasa melekat di tempurung kaki kanannya. “Cangkang dan gelang itu adalah bekal kuburnya,” kata Truman. “Paling tidak, dia adalah orang terpandang sehingga saat meninggal dipasangkan dengan bekal kuburnya.”

Di sekitar rangka yang melambangkan kehangatan ungkapan kasih ibu itu terdapat serakan tulang dan puluhan rangka manusia yang sebagian masih utuh. “Kita beruntung menemukan rangka dan bekal kubur ini karena semuanya masih utuh.”

Beberapa rangka lainnya berbekal kubur berupa buli-buli dan cawan tembikar. Dua tahun lalu, dua buah kapak perunggu dan satu mata tombak perunggu berhasil diangkat dari permakaman dalam gua ini. “Kita bermimpi mendapatkan bekal kubur emas,” katanya, “tetapi sampai sekarang belum muncul juga. Mestinya di periode itu sudah dikenal logam emas.”

Truman adalah ketua tim penelitian arkeologi dan profesor riset dari Pusat Arkeologi Nasional di Jakarta, sekaligus Direktur Pusat Studi Prasejarah dan Austronesia. Bersama timnya, lelaki berbadan tinggi dan tegap itu telah melakukan serangkaian penelitian dan ekskavasi di gua itu sejak 2009. Pada tahun pertama, mereka telah menemukan kubur-kubur kuno dan serangkaian panil gambar cadas prasejarah di dua galerinya.

“Gua ini memang spektakuler!” ujarnya bersemangat, “Ini adalah gambar cadas pertama yang ditemukan di Sumatra!” Kenyataan itu telah mengandaskan asumsi para ahli arkeologi sebelumnya. Selama ini mereka menyatakan budaya gambar cadas tidak menyentuh Sumatra, namun tersebar di Indonesia Timur dan wilayah lainnya. “Sejak saat itu, opini pun berganti,” ungkapnya, “bahwa kini hanya Jawa yang tak tersentuh budaya gambar cadas.”

Sampai awal Desember 2012, dalam cakupan penggalian hampir seukuran separuh lapangan bulu tangkis, Truman dan timnya telah me­nemukan 66 kerangka manusia yang bersema­yam di gua itu. Jumlah temuan ini diperkirakan masih akan terus bertambah. “Tulang-tulang panjang berseliweran ke mana-mana,” ujarnya. “Sangat membingungkan kalau melihat itu.”

SUMBER : http://nationalgeographic.co.id/feature/2013/01/tapak-jejak-pitarah-sumatra