10 Produk Impor yang Dominasi Perdagangan RI

Laju ekspor turun di sejumlah pasar utama, indikasi kondisi suram?
141189_pelabuhan-peti-kemas-pelindo-ii-tanjung-priok--jakarta_663_382

Pelabuhan Peti Kemas Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta(Antara/ Hermanus Prihatna)
BERITA TERKAIT

Neraca Tergerus, Pemerintah Santai
Defisit Perdagangan RI Terbesar dalam 5 Tahun
Indonesia Berpeluang Rambah Amerika Latin
Kadin Minta IJEPA Dikaji Ulang
BI: 2.000 Eksportir Belum Laporkan Devisa

VIVAnews – Neraca perdagangan Indonesia dalam setengah tahun 2012 terus melemah. Kendati masih surplus, nilai ekspor terhadap impor selama enam bulan terakhir menunjukkan tren penurunan.

Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), laju impor Indonesia dalam tiga bulan terakhir selalu lebih tinggi dibandingkan aktivitas ekspor.

Jika ekspor Indonesia pada Mei 2012 mencapai US$16,83 miliar, pada bulan berikutnya justru menurun menjadi US$15,36 miliar. Penurunan ini juga sebetulnya terjadi pada aktivitas impor dalam dua bulan terakhir.

Laju impor Indonesia pada Mei 2012 tercatat mencapai US$17,04 miliar. Sementara itu, pada Juni 2012, melemah menjadi US$16,69 miliar. Sayangnya, nilai impor yang masih lebih tinggi dibandingkan ekspor menyebabkan Indonesia mengalami defisit perdagangan selama dua bulan terakhir.

Dalam enam bulan terakhir, BPS mencatat 10 produk nonmigas menjadi penyumbang terbesar nilai impor Indonesia. Porsi 10 komoditas tersebut mencapai 64,97 persen dari total nilai impor.
Laporan Bank Danamon berjudul Indonesia Economic Briefing yang diterima VIVAnews, Kamis, 2 Agustus 2012, menilai sejumlah indikator BPS menggambarkan kesuraman dari kinerja perdagangan Indonesia. “Laju ekspor terlihat menurun di sejumlah pasar tujuan utama Indonesia,” ungkap laporan itu.

Sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia juga dianggap turun cukup tajam, terutama di sektor pertambangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai prospek perdagangan Indonesia ke depan. “Apakah benar-benar sesuram itu?” kata laporan tadi

Berikut adalah 10 barang impor utama selama setengah tahun terakhir:

1. Mesin dan peralatan mekanik
Mei 2012: nilai impor US$2,48 miliar
Juni 2012: nilai impor US$2,53 miliar
Semester I-2012: nilai impor 13,95 miliar

2. Mesin dan peralatan listrik
Mei 2012: US$1,64 miliar
Juni 2012: US$1,70 miliar
Semester I-2012: 9,47 miliar

3. Besi dan baja
Mei 2012: US$910,5 juta
Juni 2012: US$921,4 juta
Semester I-2012: 5,306 miliar

4. Kendaraan bermotor dan bagiannya
Mei 2012: US$927,3 juta
Juni 2012: US$911,9 juta
Semester I-2012: 4,93 miliar

5. Bagan kimia organik
Mei 2012: US$697,3 juta
Juni 2012: US$557,9 juta
Semester I-2012: 3,57 miliar

6. Plastik dan barang dari plastik
Mei 2012: US$676,7 juta
Juni 2012: US$622,4 juta
Semester I-2012: 3,52 miliar

7. Kapal terbang dan bagiannya
Mei 2012: US$406,9 juta
Juni 2012: US$402,3 juta
Semester I-2012: 2,35 miliar

8. Barang dari besi dan baja
Mei 2012: US$475,8 juta
Juni 2012: US$392,9 juta
Semester I-2012: 2,30 miliar

9. Serealia
Mei 2012: US$223,6 juta
Juni 2012: US$266,3 juta
Semester I-2012: 1,72 miliar

10. Pupuk
Mei 2012: US$299,5 juta
Juni 2012: US$298,6 juta
Semester I-2012: 1,54 miliar
(art)
sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/341065-10-produk-impor-yang-dominasi-perdagangan-ri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: