TANAMAN MENGKUDU

                                       BUDIDAYA MENGKUDU,
 PERTANYAAN AGUS SUPRIYANTO BUAT MATERI AGRISTYAN

1.Berasal dari manakah mengkudu?

2.Berapa ketinggian mengkudu?

3.Apa saja fungsi mengkudu?

4.Sebutkan jenis-jenis mengkudu?

5.Apa keunggulan mengkudu?

 

JAWABAN

1.Tanaman mengkudu pada awal mulanya terpusat di Polinesia, India, dan Cina. Yang kemudian menyebar sampai ke Malaysia, Australia, New Zealand, Kepulauan Pasifik, Tihiti, Hawai, Peurto Rico, Karibia dan Kanada, sampai ke Indonesia. Tanaman mengkudu dikenal sebagai raja dari jenis buah yang ada.

2.Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m. batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedagkap permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya.

Image

3.Tanaman mengkudu tergolong tanaman yang serba guna. Tanaman ini dapat dijadikan penghias halaman atau di kebun secara khusus sepeti di lahan kering tegalan. Bagian tanamn yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari adalah daun dan buahnya. Daun mengkudu mempunyai rasa yang agaklangu atau sedikit pahit, tetapi mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi hamper sema dengan daun kacang panjang, daun katuk, daun singkong, wiortel, dan daun papaya. Buah mengkudu stadium muda dapat digunakan sebagai rujak bebeg. Hasil penelitian menunjukan bahwa zat penting yang terkandung dalam buah mengkudu terdiri atas terpenoid, pewarna, anti bakteri, asam glukuronat, gum arab, galaktosa, arabinosa, rhamnos, nutrisi, skopoletin, zat anti kanker (damnacanthal) dan xeronine serta proxeronine.

  Daun mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, antara lain pepes daun mengkudu, gangan, urap, gilai dan lalap matang. Atau bisa juga hanya dengan direbusdan dimakn dengan sambal. Sedangkan buah mengkudu dapat diolah menjadi sari buah (juice) mengkudu dan dodol mengkudu.

Selain dimanfaatkan ebagai sayuran, mengkudu dapat juga digunakan sebagi penyembuh penyakit. Daun muda mengkudu berkhasiat sebagai anti kanker, obat peluruh empedu, sakit ginjal, hipertensi, luka, masuk angin (sebagai tapal di perut), disentri, diabetes mellitus, jantung koroner, kolesterol tinggi dan meningkatkan stamina.

Image

4.Jenis – jenis mengkudu :

 Berdasarkan penampilan fisiknya (morfologi) buahnya, mengkudu dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu Mengkudu berbiji dan mengkudu tidak berbiji. (http://um.ac.id) Keduanya berkhasiat sebagai obat, tetapi mengkudu tidak berbiji sangat jarang ditanam atau dikenal orang. Semua genus Mengkudu termasuk dalam Genus Morinda, Famili Rubiaceae. Menurt Steenis (1975), genus ini mencakup 80 spesies. Penyebarannya dari India sampai  pulau-pulau di Samudra Pasifik. Mengkudu merupakan tumbuhan tropis, yang tergolong tumbuhan ever green. (http://ksupointer.com)
            Di dalam buku Ensiklopedia Indonesia menyebutkan ada 2 spesies mengkudu yang pertama Morinda citrifolia yang berdaun lonjong besar, berwarna hijau mengkilap. Kedua, Morinda eliptica  yang berdaun jorong meruncing. Keduanya ternasuk dalam suku Rubiaceae (kopi-kopian). Sementara itu dalam Heyna (2001), menyebutkan beberapa spesies mengkudu antara lain Morinda citrifolia, Morinda braceata, Morinda spesiosa, Morinda elliptica, Morinda tincloria, dan Morinda oleifera. 
            Beberapa spesies mengkudu yang memiliki nilai ekonomis antara lain Morinda officinalis, Morinda angustifolia, dan Morinda tomentosa, karena semua bagian akar dan batangnya mengandung  zat morindin yang  dapat di ekstrak dan dijadikan sebagai zat pewarna. Hasil ekstraknya dapat digunakan untuk mewarnai kain katun menjadi berwarna kuning, merah, atau coklat. Zat pewarna alami ini ditemukan oleh orang Eropa, Perkembangan industri yang mendorong mereka untuk mencari bahan-bahan industri sampai  wilayah Pasifik. Setelah melakukan penelitian mereka menemukan zat yang mampu mewarnai dari akar Mengkudu tersebut, yang disebut dengan morindone atau morindin. Dari  hasil penemuan inilah nama ilmiah Morinda diturunkan untuk Mengkudu.
            Dari berbagai jenis mengkudu, jenis Morinda citrifolia adalah yang paling dikenal oleh  masyarakat Indonesia, karena memang penyebaran jenis ini adalah yang paling luas. Morinda citrifolia dibedakan atas dua varietas  yaitu Morinda citrifolia var citrifolia dan Morinda citrifolia var braceata (Roxb). Varietas yang kedua memiliki cuping yang mirip daun, berbentuk lanset memanjang, panjangnya 1-1,5 cm, batangnya lebih lurus dan daunnya lebih kecil daripada var citrifolia.
            Morinda citrifolia var bracteata, dikenal masyarakat Jawa sebagai mengudu Maluku, karena asalnya dari Indonesia Timur. Dimana mengkudu dapat tumbuh dengan lebat di hutan dekat pantai. Var bracteata dapat digunakan untuk mengusir cacing perut. 

 Image

5. Di dalam buah mengkudu terkandung zat-zat yang berkaitan dengan kesehatan dan telah dibuktikan hanya terdapat di dalam mengkudu. Tanaman mengkudu mengandung berbagai vitamin, mineral, enzim alkaloid, ko-faktor dan sterol tumbuhan yang terbentuk secara alamiah. Komposisi kimia yang

terkandung dalam tiap bagian mengkudu Senyawa-senyawa penting dalam mengkudu yang berkaitan dengan kesehatan

sebagai berikut :Hasil penelitian Aalbersberg (1993) menyatakan bahwa kandungan karoten pada daun mengkudu lebih tinggi dibanding dengan yang terkandung dalam sayuran Brassi cacinensis 
dan Colocasia esculenta. Sedangkan pada bunganya terkandung senyawa glikosidaantrakinon, asam kapron dan asam kaprilat (Bushnel et al, 1950). Senyawa-senyawa yang lebih berperan dalam pengobatan dan kesehatan yaitu yang terkandung dalam buahnya seperti asam askorbat yang cukup tinggi dan merupakan sumber vitamin C yang luar biasa. Hasil analisa Solomon (1998) mengemukakan bahwa di dalam 1.000 g sari buah mengkudu terkandung 1.200 mg Vit. C, sehingga berkhasiat

sebagai anti oksidan yang sangat baik. Antioksidan berkhasiat menetralisir partikel-partikel berbahaya (radikal bebas) yang terbentuk dari hasil sampingan dalam proses metabolisme. Radikal bebas dapat merusak sistim kekebalan tubuh dan materi genetik. Selain itu, dari hasil penelitiannya buah mengkudu juga mengandung zat-zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat,

protein, vitamin, dan mineralmineral esensial.Menurutnya senyawa selenium adalah salah satu contoh mineral yang terdapat dalam mengkudu dan juga merupakan anti oksidan yang hebat.Bangsa polinesia dan penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan sejak dulu sampai sekarang menggunakan buah mengkudu sebagai makanan, terutama untuk mempertahankan hidup sehat pada waktu krisis pangan.Senyawa terpenoid yang terkandung dalam mengkudu merupakan senyawa yang sangat penting bagi tubuh,

zat-zat terpen berfungsi membantu sintesa organik dan pemulihan sel-sel dalam tubuh (Waha, 2001). Bushnel etal. (1950) mengemukakan bahwa buah mengkudu mengandung zat-zat seperti Ascubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon.Menurutnya Zat-zat tersebut terbukti sebagai zat anti bakteri infeksi seperti, Proteus morganii, Bassilus subtilis, Staphylococus aureus, Pseudomonas

aeruginosa dan Echerichia coli. Selain itu juga dapat mengontrol jenis-jenis bakteri yang mematikan

(patogen) seperti Salmonella dan Sigella (Waha, 2001).Mengkudu mengandung zat anti kanker yang dinamakan damnacantha (Hiramatsu et al., 1993). Zat tersebut paling efektif melawan sel-sel abnormal dibanding zat-zat antikanker yang terdapat dalam tumbuhan lainnya. Zat scopoletin dalam buah mengkudu ditemukan pada tahun 1993 oleh para peneliti di Universtas Hawaii (Waha,2001). Selanjutnya dikemukakan bahwa zat scopoletin dapat memperlebar saluran pembuluh darah yang menyempit dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin juga dapat membunuh beberapa tipe bakteri dan bersifat fungisida terhadap bakteri Pythium sp dan bersifat anti peradangan dan alergi.

Buah mengkudu mengandung zat proxeronin dalam jumlah besar yang dapat dibentuk menjadi xeronin

(Heinicke dalam Waha, 2001). Selanjutnya dikemukakan bahwa dalam usus manusia terdapat enzim proxeronase yang dapat mengubah proxeronin menjadi xeronin. Fungsi utama xeronin

dalam tubuh adalah mengatur bentuk dan kekerasan (rigiditas) protein-protein spesifik di dalam sel. Bila fungsi protein-protein menyimpang, maka tubuh akan mengalami gangguan kesehatan

sumber : (http://yprawira.wordpress.com/budidaya-aneka-tanaman-mengkudu/)

(http://forum.upi.edu/index.php?topic=15667.0)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: