Materi : BUDIDAYA dan PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN NILAM

Peningkatan Budidaya Dan Produksi Tanaman Nilam (Pertanyaan dari Desdyan Rizki dari makalah Revanaldo Harahap)
1.Apa manfaat dari Tanaman Nilam ?

2.Sebutkan tiga jenis tanaman Nilam

3.Bagaimana cara Budidaya Tanaman Nilam?

4.Apakah Keuntungan dalam tanaman Nilam?

5. Faktor – Faktor apa saja yang dapat meningkatkan produksi tanaman Nilam?

Jawaban

-1A.Dari tanaman Nilam,bagian tanaman Nilam yang dimanfaatkan adalah bagian daunnya,Daun Nilam sendiri mengandung Minyak astsiri,Daun tanaman Nilam berfungsi  sebagai obat yaitu untuk menambah nafsu makan,membantu pencernaan,Menyehatkan jantung,Mengobati batuk,menurunkan panas,mengilangkan sesak nafas,mengobati diare,dll
(B). Penghasil Pestisida Nabati
Selasih berfungsi sebagai atraktan hama lalat buah atau pemikat hama lalat buah.
(C). Fungisida Bakterisida, Nematisida
Selasih merupakan fungisida untuk mengendalikan Pyricularia oryzae yang merupakan penyebab penyakit bercak dan busuk daun yang menyerang tanaman padi. Kandungan eugenol pada minyak atsiri daun selasih mampu menekan pertumbuhan nematoda tanaman lada.
(D). Penghasil Minyak Atsiri
Minyak atsiri selasih berbau harum yang dikenal dengan nama basil oil, minyak ini digunakan sebagai bahan pembuatan parfum, shampo, terapi aroma.
(E). Sayuran dan Minuman Penyegar
Daun selasih digunakan sebagai sayuran atau lalapan untuk menambah nafsu makan (appetizer). Selain daunnya, biji selasih juga sering dimanfaatkan sebagai bahan minuman penyegar. Biji selasih dapat menurunkan kolesterol, penambah daya ingat dan tonik.

(http://agromaret.com/jual/1832/manfaat_dan_khasiat_minyak_nilam_httpagronilamjabarwordpresscom)

2. Jenis-jenis Tanaman Nilam

Menurut Trease dan Evan (dalam Hamid dan Syarif, 1992), tanaman nilam meliputi tiga spesies yaitu P. cablin Benth, P. hortensis, dan P. heyneanus.

1) P. cablin Benth

Pogostemon cablin sering juga disebut nilam Aceh. Jenis nilam ini termasuk famili Labiate yaitu kelompok tanaman yang mempunyai aroma yang mirip satu sama lain. Di antara jenis nilam, yang diusahakan secara komersil adalah varietas Pogostemon cablin Benth. Jenis ini sebenarnya dari Filipina, yang kemudian berkembang ke Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brazilia, dan Indonesia. (Sudaryani et al, 2004)

2) P. heyneanus

Sering juga dinamakan nilam jawa atau nilam hutan. Jemis ini berasal dari India, banyak tumbuh liar di hutan pulau Jawa. Jenis ini berbunga, karena itu kandungan minyaknya rendah yaitu 0,50-1,5%. Di samping itu minyak nilam dari tanaman ini komposisi minyaknya kurang mendapatkan pasaran dalam perdagangan. (Sudaryani et al, 2004)

3) P. hortensis

Disebut juga nilam sabun karena bisa digunakan untuk mencuci pakaian. Jenis nilam ini hanya terdapat di daerah Banten. Bentuk Pogostemon hortensis ini mirip dengan nilam Jawa, tetapi tidak berbunga. Kandungan minyaknya 0,5-1,5%. Komposisi minyak yang dihasilkan jelek sehingga untuk jenis nilam ini juga kurang mendapatkan pasaran dalam perdagangan. (Sudaryani et al, 2004)

Diantara ketiga jenis nilam tersebut yang banyak dibudidayakan yaitu P. Cablin Benth (nilam Aceh), karena kadar dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari varietas lainnya.

Nilam Aceh diperkirakan daerah asalnya Filipina atau Semenanjung Malaya. Setelah sekian lama berkembang di Indonesia, tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan-perubahan dari sifat dasarnya. Dari hasil eksplorasi ditemukan bermacam-macam tipe yang berbeda baik karakteristik morfologinya, kandungan minyak, sifat kimia minyak dan sifat ketahanannya terhadap penyakit dan kekeringan.

(http://www.ideelok.com/budidaya-tanaman/nilam)

3.sebenarnya kata yang tepat bukanlah cara melainkan teknik  Budidaya tanaman Nilam,berikut ini adalah teknik budidaya tanaman Nilam

Bibit

  • Stek cabang, pada stek ini harus ada 3 mata tunas atau 3 helai daun dan stek batang, harus ada 3-5 mata tunas.
  • Bahan stek terpilh terlebih dahulu disemai dalam bedengan dengan jarak 10 X 10 cm atau 5 X 5 cm dan ditanam miring 45º kedalam tanah yang telah disiapkan dengan perbandingan 1 : 2. Setelah 3-4 minggu stek mulai tumbuh, kemudian dipindahkan ke kebun yang telah disiapkan.
  • Bahan stek terpilih dapat juga langsung disemaikan di dalam Polybag yang telah diisi campuran tanah dan pupuk kandang.

 

Persiapan lahan

  • Persiapan lahan dilakukan dalam bentuk pengolahan tanah. Tanah harus bersih dari rumput, kemudian dicangkul/ dibajak dan dibuat parit-parit pembuangan dengan lebar 30 – 40 cm dan kedalaman 50 cm
  • Pada areal dengan kemiringan 20º-30º dilakukan menurut arah melintang lereng (countour), dibuat teras tangga.
  • Pada areal bergelombang dibuat teras berdasarkan lebarnya dan diberi pohon pelindung.

 

Jarak tanam

  • Dataran rendah dan subur jarak tanam 100 x 100 cm, kandungan litany tinggi jarak tanam 50 x 100 cm.
    • Pada tanah liparite jarak tanamnya 75 x 75 cm.
    • Pada tanah berbukit mengikuti countour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm

Penanaman

Dilakukan pada awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan tugal atau mencangkul lubang dengan kedalaman 10 cm dengan memperhatikan agar bibiot berdiri dengan sempurna.

 

Pemeliharaan

  1. Penyulaman

Dilakukan pada tanaman yang mati atau tertekan pertumbuhannya. Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam

  1. Penyiangan

Setelah tanaman berumur 2 bulan, tanaman akan mencapai 20 -30 cm dan telah bercabang. Pada saat ini perlu dilakukan penyiangan. Penyiangan selanjutnya dilakukan secara periodik yaitu setelah 3 bulan sekali.

  1. Pemangkasan

Setelah tanaman berumur 3 bulan, tanaman nilam tumbuh dengan sempurna telah membentuk perdu yang rimbun dan cabang – cabang telah mencapai panjang 30 cm yang menyebabkan setiap cabang saling bertautan dan menutupi. Dalam keadaan demikian dilakukan pemangkasan dan penjarangan.

Pemangkasan dilakukan pada cabang dari tingkat 3 keatas.

Pemupukan

–         Pupuk organic (pupuk kandang, kompos ataiu pupuk hijau) yang cukup masak.

–           Pupuk an organik (urea, TSP, KCL) dengan dosis 150 Kgn urea, 50 kg TSP dan 80 kg KCL.

–           1 bulan setelah tanaman pupuk urea, TSP, KCL diberikan ¼ dosis sedangkan sisanya ¾ dosis dilakukan setelah panen I dan II (masing-masing setengah dosisi yang tersisa).

PANEN

Waktu Panen

Umur nilam yang tepat untuk dipanen 6 – 8 bulan setelah tanam. Panen dapat dilakukan berulang-ulang tergantung pada keadaan tanaman dan kesuburan tanah. Panen selanjutnya dapat dilakukan setelah 3 – 5 bulan setelah panen pertama. Setiap setelah panen tanaman harus dibumbun serta dilakukan pemupukan.

Cara Panen

  • Pada panen pertama bagian yang boleh dipangkas adlah cabang-cabang dari tingkat dua keatas, cabang tingkat pertama ditinggalkan.
  • Cabang tingkat pertama (cabang yang dekat dengan tanah) dibumbun/ditimbun dengan tanah pada setiap tunasnya. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak anakan tanaman sehingga membentuk satu rumpun yang padat.
    • Tiga bulan kemudian ( umur tanaman sembilan bulan) akan didapat rumpun-rumpun baru dimana pada bekas pangkasan akan tumbuh cabang-cabang baru dan pada setiap pada mata tunas yang dibumbun akan tumbuh  anakan. Pada keadaan demikian dapat dilakukan pqanen kedua dengan memangkas cabang dan ranting dari tngkat kedua keatas. 3 bulan kemudian dapat dilakukan panen selanjutnya. 

4.         Dari pertanyaan tersebut lebih tepatnya keuntungan dari produksi tanaman nilam ini,selain berfungsi sebagai obat dan komestik tanaman nilam mempunyai nilai eknomis yang cukup tinggi, Tanaman yang satu ini tergolong tanaman yang menggiurkan untuk menamannya, lantaran tumbuhan ini bisa membawa keuntungan yang besar, tiap tetesan minyak yang dikeluarkannya selama proses penyaringan. harganyapun bervariasi tergantung pada waktu tertentu kadang harganya per kilo mencapai 1 juta dan kadang turun hingga Rp. 700.000.
        nilam memang sudah lama dikenal oleh masyarakat di indonesia khususnya didaerah tropis. kebanyakan para petani menanamnya di sela – sela tanah yang kosong. berangkat dari itu semua ada juga yang menam nilam karena ikut – ikutan, melihat orang sedang ramai menamam nilam maka orang juga akan berbondong – bondong menanaminya. kualitas minyak yang dihasilkan oleh nilam ini tergantung pada tanah yang ditumbuhinya, sangat cocok tanaman ini ditanam pada suhu yang sangat panas

5.Faktor factor yang mempengaruhi produksi tanaman nilam
-Bibit yang digunakan harus unggul
– sistem pengolahan tanah yang baik dan benar
-Jarak tanam yang baik dan benar
– Pemberian Pupuk yang Rutin mulai dari pupuk organic maupun pupuk nonorganik
– Pengendalian Hama dan Penyakit yang baik dan benar
– Cara panen hingga pasca panen harus dilaksanakan dengan baik

-Pemasaran Yang baik juga akan mempengaruhi produksi tanaman nilam tersebut

 

 

 Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: