Tugas 6 Bahasa Indonesia membahas pertanyaan dari hasil presentasi

Menjawab pertanyaan dari saudara Revanaldo Harahap tentang tanaman TEH
1.Bagaimana cara meningkatkan produksi teh ketika hasil pertanian teh merosot 
2.Cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman teh itu bagaimana?
3.Bagaimana jika pemasok teh tidak menerima hasil teh yang tidak bagus,apa yang dilakukan agar hasil tersebut tidak terbuang sia-sia
4.Apakah pembudidayaan tanaman teh membutuhkan lahan tertentu? kalau iya tolong dijelaskan?
5.Apa saja Faktor – faktor penghambat pada pertumbuhan tanaman teh?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah :
1.Terlebih dahulu kita harus mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhinya apakah dikarenakan hama,apabila dikarenakan hama ,kita harus mengetahui gejalanya dan kita membasmi dengan cara mekanis,manual ataupun kimiawi
2.   Hama dan penyakit tanaman teh

Tanaman teh sudah sejak lama terkenal di indonesia, bahkan indonesia merupakan negara penhasil teh yang cukup besar. Namun dalam berkebun teh juga tak luput dari gangguan-gangguan serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kerugian pada perkebunan teh tersebut, berikut ada beberapa jenis hama dan penyakit pada tanaman teh serta cara pengendaliannya. Dan masih banyak lagi hama dan penyakit tanaman teh, namun sebagian besar cara pengendaliannya sama dengan hama dan penyakit yang dijelaskan dalam makalah ini.
   Hama Tanaman Teh
.
Pada pertanaman teh yang paling merusak adalah Tungau Jingga (orange mijt) atau dalam istilah latinnya Tenuipalpus obevatus DONN. Selain itu diketemukan pula Tungau Merah atau Tetranychus binaculatus HARV. Dan tungau yang sering menyerang tanaman karet yaitu Tungau Karet atau Tarsonemus translucens GR.
Mengenai Tungau Jingga kesukaannya menyerang dan merusak pucuk-pucuk tanaman teh terutama pada musim kemarau dimana serangannya begitu meningkat (eksplosif), kadang-kadang pertanaman teh tampak kemerahan karena kerusakan serang begitu serius selanjutnya tanaman tidak menghasilkan pucuk sama sekali. Keadaan seperti ini sering terlihat pada lahan lahan pertanaman teh dibeberapa tempat di Jawa
Gejala-gejala serangan:
Daun-daun muda yang tersisa mudah sekali berguguran, sedangkan daun-daun tua berubah warna menjadi merah, oleh karena itu pada serangan yang serius tanaman- tanaman teh tampak seakan-akan kemerah-merahan.
Cara hidup:
Telur berbentuk lonjong, kecil-kecil berwarna merah. Larva hidup berkelompok, setelah 14 hari larva berubah menjadi dewasa memiliki warn yang khas, yaitu jingga. Tungau bersifat polifag.

Cara pengendalian:
    Kultur teknis.
Yaitu apabila pada perkebunan teh yang tidak terserang helopeltis atau cacar teh, lakukan pemanfaatan tanaman pelindung sehingga dapat mengurangi perkembangbiakan tungau-tungau tersebut.

    Secara chemis.
Yang umum dilakukan blowing dengan mengguankan serbuk belerang sebanyak 5-10kg/ha, selain itu dapat dilaukan pula spraying dengan menggunkan Medol 2% dengan emulsi sebanyak 400-600 liter untuk satu hektar.

  Hama ulat daun
•    Ulat penggulung  pucuk teh atau Pharmonia leueostoma MEYR.
Pharmonia leueostoma MEYR termasuk famili Eueosmidae.
Gejala-gejala serangannya:
selain mengakibatkan pucuk-pucuk daun tanaman teh bergulung, ternyata beberapa daun berikutnya tidak bisa tumbuh wajar karena terikat oleh daun pemula yang digulungnya dan digerek dari bagian dalam.
Cara hidup:
Telur diletakkan pada pucuk daun teh, telur yang menetas menjadi larva dengan keistimewaaan mempunyai daya lekat yang berasal dari benang liur pada pucuk yang ditempatinya. Karena benang liur ditempatkan secara melintang, pucuk daun tersebut seakan0akan terikat, sehingga sulit sekali membuka, larva berada dlam pucuk tanaman teh.
Penggerekan pada daun muda dilakukan dari bagian dalam terkadnag lebih dri satu daun muda yang digerek. Setelah melakukan penggulungan dan penggerekan pada daun muda, larva keluar dari gulungan daun muda tersebut berpindah kedaun tua. Pada daun tua juga melakukan gulungan seerti pada daun muda, hanya pada daun tua setelah berhasil digulung bagian dalam dilapisi dengan benang air liurnya.
Pembentukan pupa berlangsung pada daun tua. Daur hidup 50-60 hari, panjang instar akhir mencapai 11 mm berwarna kehijauan. Kupu-kupu berukuran kecil, panjang tubuh 8-10 mm sayap depan berwarna kelabu agak kelam.

Pengendalian:
Untuk mengatasi dan memberatas hama  Pharmonia leueostoma MEYR. Hanya dilakukan secara mekanis mengingat penggunaan obat-obatan akan mempengaruhi mutu aroma dan kemungkinan akan menimbulkan gangguan kesehatan baggi para konsumen.
Untuk mengehamat biaya dan waktu, lakukan pemetikan pucuk dan daun-daun muda yang telah terserang bersamaan dengan dilakukannya pemetikan produksi, sortasi/pemisahan dilakukan secara langsung ketika pemetikan pada kantong-kantong plastik besar yang telah disediakan atau ditempat penimbangan antara pucuk/daun yang mulus dan pucuk yang talah terserang. Selanjutnya bagian yang terserang dikumpulkan dan dilakukan pembakaran hiingga musnah.
Kalau saja populasi Pharmonia leueostoma MEYR telah demikian banyak menyerang dapat dipertimbangakan untuk memberantas secara chemis maka gunakanlah obat-obatan yang residual efeknya rendah.
•    Ulat bajra atau ulat srengenge (Setora nitens)
Serangan terjadi pada daun teh muda maupun daun teh tua sehingga tanaman teh tampak seperti gundul.

Cara hidup:

Telur diletakkan secara berkelompok dilindungi oleh laposan seperti lilin. Larva merupakan larva gatal, bervarna merah hijau atau hijau kekuning-kuningan, pada bagian dorsal terdapat garis berwarna biru dengan bercak-bercak coklat, panjang tubuh sekitar 35 mm stadiaum pupa 19-23 hari.
Kupu-kupu berwarna coklat, pada sayap bagian depan terdapat gambar seperti palang berwarna coklat, sednag sayap bagian belakang berwarna agak pucat.
Daur hidup sekitar 7-10 minggu, kadang-kadanag mencapai 14-15 minggu, bahkan didaerah dingin dapat mencapai 4-4,5 bulan.
Dan masih banyak lagi ulat yang  menyerang tanaman teh seperti ulat jedug (Attacus atlas L), ualat hama penggulung (Caloptilis theivera WLS , Homona coffearia NIETIN dan Homonawetan DIAK) dan beberapa ulat lain yang keberadaannya tidak begitu menimbulkan kerugian pada tanaman teh seperti  Andarca bipuncatata WLK, Suana concolor WLK, Dasychira mendosa HBN.
Pengendalian:

    Pemanfaatan musuh alami. Parasitoid berupa lalat yang menyerang larva, seperti chaetexorista javana. Lalat sering keliuar dari kokon-kokonnya, daya parasitisasi mencapai 90%. Selain lalat musuh alami yang lain adalah kepik buas catechona sp.
    Cara mekanis. Cara ini dapat dilakukan sepenjang populasinya belum meningkat, dengan memungut dan mengumpulkan telur-telur, ulat-ulat dan kepompong-kepompongnya, selanjutnya dimasukkan blik berisi minyak tanah atau membinasaknnya sama sekali.
    Cara chemis. Yaitu kalau populasinya terus meningkat, dengan menggunakan obat-obatan seperti pada pemberantasan ulat bajra. Tetapi diperhatikan agar residual efeknya rendah.

    Kepinding

•    Helopeltis theivera dan Helopeltis antoni

Serangan helopeltis terhadap tanaman teh terutama ditunjukkan terhadap puscuk-pucuk daun teh yang masih muda , serangan ini sering mengakibatkan matinya daun teh setelah terlebih dahulu mengalami gejala mengotornaya daun dengan bercak-bercak warna hijau yang berubah menjadi coklat.
Apabila yang diserang itu pucuk  pada cabang atau tunas, pengotoran daun dengan bercak-bercak  serta perubahan warnanya akan sama tetapi memanjang, timbulnya gejala demikian karena bagian yang dihisap cairan selnya masih mampu untuk tumbuh terus.
Serangan yang serius dapat menimbulkan penyimpangan pembentukan daun muda sehingga daun muda tersebut diabaikan ketika pemetikan, serangan yang lebih lanjut pada cabang yang daun-daun mudanya mengalami penyimpangan pembentukan itu dan tidak dilakukan pemangkasan, biasanya menyebabkan cabang tadi membengkak pada pertumbuhan selanjutnya dan akan tampak setelah cabang itu menjadi tua. Pemankasan perlu segera dilakukan terutama pada cabang yang berpucuk seperti diatas.
Kepinding Helopeltis bertubuh langsing dengan ukuran tubuhnya antara 6-7,5 mm, yang dewasa pada bagian toraxnya mempunyai tonjolan (seperti punuk), pada heloptis antonii agak melengkung kebelakang.
Helopeltis theivera, panjang tubuhnya antara 6-7 mm, berwarna kehijauan agak kuning dengan lorek-lorek hitam . penyebarannya didaerah berketinggian kurang dari 600 m dpl. Selama hidupnya (yang betina) memproduksi telur sampa 172 butir.
Helopeltis antonii, panjang tubuhnya antara 6,5-7,5 mm berwarna dasar hitam dan pada abdomennya tergambar garis-garis hitam putih yang berselang seling, penyebarannya sangat luas pada ketinggian antara 200-1400 m dpl. Induknya mampu memproduksi telur sampai 235 butir.
Musuh-musuh alaminya yaitu semut hitam (Dolichodeus) dan semut gramang, tetapi tidak membunuh melainkan hanya mengusir saja. Predatornya adalah kepinding buas (familia Reduviidiae) yang selalu memangsa nimfa-nimfanya. Tabuan parasit Eupherus yang juga melakukan serangan terhadap nimfanya yang dalam waktu 2 bulan dapat memparasit nimfa sampai sekitar 80% dan parait telur Erythmelus helopeltidis

Pengendalian:

Untuk mengatasi hama kepinding ini dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
Secara kultur teknis
    Pengaturan tanaman pelindung agar tidak terlalu rimbun dan tidak terlalu berdekatan. Kerena helopeltis sangat menyukai untuk hidup dan berkembang pada tempat-tempat denagn daerah kelembaban tinggi denagn temperatur yang tidak  terlalu panas, jadi penguranagn tanaman pelindung dan penguranagn kerimbunannya dapat mengurangi kagiatan serangannya.
    Melakukan pemangkasan yang sejajar denagn kemiringan lahan (dalam rangka mengurangi kelembaban), baik pemangkasan kepris maupun pemangksan dalam.
    Mengurangi pertumbuhan tanaman inang (tanaman lombok, kangkung dan beberapa jenis herba) atau sama sekali menjauhkannya dari sekitar laahn pertanaman teh.
    Melakukan pemupukan dengan N dan K  yang seimbang, sebab pemupukan N yang terlalu tinggi menyebabkan akndungan asam amino bertambah, akibatnya tanaman teh lebih disukai helopeltis, apabila kandungan K terlalu kurang menyebabakan pekanya tanaman tanaman terhdap serangan helopeltis.
Secara chemis
    Apabila serangannya telah demikian merusak disertai meningkatnya populasi hama-hama kepinding ini, maka penggunaan obat-obatan yang residual efeknya rendah perlu dilakuakn, pengalaman telah meninjukkan hasil yang memuaskan dengan menggunakan Aldrin, Folidol, Fosterno dihunakan dengan kadar bahan aktif sebanyak 0,025%-5% dengan volume cairan sebanyak 400-500 liter uuntuk tiap hektar lahan pertanaman.
    Anjuran SHELL (1957) ialah dengan penggunaan obat-obatan sebagai berikut:
Aldrin 20% WP sebanyak  125 garam/ha, Aldrin 40% EC sebanyak 60 cc/ha, Aldrin 40 DC sebanyak 250 gram/ha, Aldrin 1% dust sebanyak  10kg/ha, Dieldrin 1% dust sebanyak 6kg/ha, Dieldrin 20% EC sebanyak  100 cc/ha, Dieldrin 50% WP sebanyak 75 gram/ha, Dieldrin 50% DC sebanyak 120 gram/ha, dan DDT 2-5% dapat pula sebagai bahan aktif yang memuaskan.
•    Poecilocoris dives GUER

Kepinding ini selalu merusak bunga dan buah teh, bunga dan buah teh itu telah ditusuk oleh bagian mulutnya yang lancip kemudina dihisap seluruh cairan yang terkandung didalamnya, akibatnya bunga dan buah teh akan mudah berguguran.
Dalam rangka perkembangbiakannya, kepinding Poecilocoris Dives GUER. Yang betina  dan telah dewasa akan meletakkan telur-telurnya pada permukaan daun bagian bawah. Mikung atau nimfanya berwarna kuning kemerahan, berbintik-bintik dan bergaris yang berwarna biru agak kelam, sedangkan kepinding yang dewasa berwarna merah dengan bintik-bintik dan garis yang berwarna sama dengan nimfanya.
Pengendalian:
Untuk mengatasi dan memberantas hama kepinding ini dilakukan dengan cara kimiawi tetapi hendaknya yang residual efeknya rendah. Pengalaman para petugas pemberantasan dengan melakukan penyemprotan menggunakan medol 2% sebanyak  400-500 liter uuntuk  tiap hektar atau menggunakan obat lain yang dianjurkan.
.    Kumbang daun dan penyerangan daun teh

Kumbang kecil Serica sp. Merupakan spesies perusak daun muda tanaman teh dari familia Melolontidae, berukuran sekitar 5 mm, berwarna merah kecoklatan, kegiatannya selau dilangsungkan pada malam hari, sedangkan siang harinya digunakan untuk beristirahat yang dilangsungkan dibawah permukaan tanah sedalam 1-10 cm.
Ternyata bahwa ditempat peristirahatannya hama ini berkelompok dan pada malam hari akan keluar, tidak lagi berkelompok, masing-masing akan melakukan kegiatan secara terpisah. Tanah yang disukainya untuk tempat berliindung adalah tanah yang gembur yang banyak kandungan bahan organik.
Kumbang daun lainnya yang sering ditemukan dilahan pertanaman teh yaitu kumbang Hypomeces squamosus F. Yang merupakan salah satu anggota familia Curculionidae. Kesukaannya merusak daun-daun teh yang agak muda akan tetapi akibat penyerangannya tidak banyak menimbulkan kerugian atau kurang berarti, sehingga kurang diperhatikan.
Hama kumbang itu berwarna hijau kebiru-biruan, panjang tubuh kumbang sekitar 14 mm. Kemungkinan kalau populasi kumbang ini meningkat, kemampuan menyerang dan merusaknya tidak akan jauh berbeda dengan hama-hama kumbang yang lain, untuk mencegahnya ialahh dengan cara mekanis, mencari tempat berlindungnya dan membasminya.

2.2.2.    Penyakit Teh
 Cacar Daun Teh
Penyebabnya adalah jamur Exobasidium vexans
Gejala serangan:
Pada daun muda mula-mula terdapat bercak kecil hijau pucat dan tembus cahaya. Dalam waktu 5-6 hari bercak meluas, cekung, sehingga pada sisi bawah daun tampak cembung yang mirip cacar. Permukaan cacar tampak seperti diselimuti debu putih kelabu yang terdiri atas basidiospora. Permukaan atas cekung, tampak licin, mengkilat, dan biasanya berwarna lebih pucat daripada yang sehat. Cacar mengering dan berlubang.
Selain daun, serangan akhirnya terjadi di pada ranting-ranting yangg masih hijau, menyebabkan pembengkokan dan patahnya ranting-ranting serta matinya tunas.
Daur hidup:
Cacar daun teh hanya disebarkan oleh basidiospora atau pengangkutan bagian tanaman yang hidup. Jamur bertahan dari musim kemusim dengan hidup pada daun teh. Pada perdu ditempat yang lembab, selalu terdapat daun yang bercacar.
Pada permulaan musim penghujan, cacar membentuk basidiospora yang disebrkan oleh angin keperdu-perdu sekitarnya.
Faktor yang berpengaruh:
    Musim hujan dan kelembaban udara
    Spora dapat berkecambah dengan baik dalam lapisan embun
    Cahaya matahari mengurangi kelembaban udara dalam embun, sehingga menghambat perkembangan penyakit.
    Angin mempengaruhi kelembaban udara.
    Pemupukan kaliuun dapat menekan intensitas penyakit.
Penegndalian:
    Mengurangi pohon pelindung, untuk mengurangi kelembaban.
    Pemangkasan sejajar dengan kemiringan tanah.
    Menggunakan varietas tahan.
    Menambah pupuk kalium.
    Penggunaan fungisida.
    Penggunaan herbisida untuk menegndalian hama.

   Akar Merah
Peneybab penyakit jamur ganoderma philippii
Gejala serangan:
Daun menguning, layu, rontok akhirnya mati. Jika akar tanaman sakit digali, pada permukaan tanah tampak benang-benang jamur berwarna merah yang meluas membentuk selaput-selaput.
Benang-benang selaput mempunyai permukaan yang halus dan tidak mengikat butir-butir tanah, berwarna merah muda, jika kering berwarna putih kotor, akan tetapi menjadi merah kembali kalau dibasahi. Pada umur lebih tua berwarna menjadi merah kecoklatan. Jika akar busuk, warna berubah menjadi lembayung kayu pada akar yang sakit menjadi lunak dan mengeluarkan air jika sedikit ditekan dengan jari.
Daur hidup:
Jamur berasal dri pohon-pohon tua yang terdapat seebelum lahan ditanami teh. Sebagian besar infeksi berasal dari tunggul perdu teh atau pohon pelindung yang lama. Penularan penyakit karena adanya kontak antara akar yang sakit denagn yang sehat.
Faktor yang berpengaruh:
    Kelmbaban tanah yang tinggi.
    Pohon pelindung yang rentan dapat membantu penularan.
Pengendalian:
    Tidak menggunakan pohon pelindung yang rentan.
    Tanaman yang sakit dibongkar dan dibakar.
    Dibuat saluran isolasi sedalam 60-100 cm.
    Pembukaan leher akar dari dua baris perdu yang masih tampak sehat.
    Peremajaan, tanaman teh tua dibongkar beserta akar-akarnya.
    Pemanfaatan organisme antagonis, yaitu Trichoderma sp.

   Akar Hitam
Penyebab penyakit: jamur Rosellinia arculata
Gejala serangan:
Daun-daun menguning, layu, rontok, akhirnya mati. Jika tanaman yang sakit dibongkar pada permukaan akar perdu terdapat jaringan benang-benang jamur berwarna hitam. Pada saat masih muda, warna benang-benang tersebut putih, lalu menjadi kelabu akhirnya kehitaman.
Daur hidup:
Jamur dapat menular melalui kontak antara akar yang sehat dengan akar yang sakit.jamur juga dapat menular melalui rhizomorf (hifa yang memiliki bentuk dan fungsi sama dengn akar) didalam. Miselium yang berkembang diatas tanah sebagai saporfit pada sampah-sampah yang terdapat dibawah perdi-perdu teh.
Faktor yang berpengaruh:
Tanaman pelindung yang rentan, seperti lamtoro, dan orok-orok memicu perkembangan penyakit.
Pengendalian:
    Tidak menanam pohon pelindung yang rentan terhadap jamur ini.
    Tanaman yang skit dibongkar, semua akarnya diambil.
    Pembuatan saluran isolasi sedalam 60-90 cm.
    Peremajaan, tanaman tuan dibongkar beserta akar-akarnya.
    Penerapan Empat Prinsip PHT oleh Petani Teh
3.Apabila hasil produksi tanaman Teh tidak baik atau busuk pemasok tidak akan menerima hasil tersebut dan terpaksa hasil produksi tersebut dibuang dan dimanfaatkan sebagai  pupuk organik buat tanaman Teh yang lainnya atau dijual sebagai bahan baku pupuk organik
4.Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di daerah 

ketinggian 200-2000 meter di atas permukaan air laut. Semakin tinggi letak
daerahnya, semakin menghasilkan mutu teh yang baik  jadi tanaman teh ini biasanya hidup atau tumbuh di daerah pegunungan atau daerah yang mempunyai suhu yang sejuk
5.Faktor faktor penghambat pertumbuhan tanaman Teh
-biasanya faktor penghambat pertumbuhan tersebut adalah hama,penyakit,kurangnya unsur hara hingga teknik pemanenan yang tidak baik dan benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: