Author Archive

Sulit Mencari Solusi Konflik Sawit

Konflik antara masyarakat dengan pengusaha sawit masih marak. Masih belum ditemukan titik tengah yang memuaskan kedua pihak.

sawit,minyakProduksi minyak kelapa sawit. (Thinkstockphoto)

Berdasarkan data dari Direktur Pascapanen dan Pembinaan Usaha Direktorat Jenderal Perkebunan pada Kementerian Pertanian, 59 persen dari 1.000 perusahaan kelapa sawit di Indonesia, terlibat konflik dengan masyarakat. Perselisihan terkait lahan yang terjadi di 23 provinsi dengan 591 kasus.

Direktur Eksekutif Sawit Watch Jefri Gideon Saragih menyebutkan, konflik terjadi karena masyarakat desa yang lahannya digunakan untuk perkebunan sawit, tidak mendapat ganti rugi sepadan. Janji sebagai mitra yang ditawarkan perusaahan sawit pun tidak terwujud.

“Bahkan di Indonesia Timur, ada lahan sawit yang dikonversi dari lahan pangan. Perusahaan juga tidak transparan dalam pembagian hasil,” papar Jefri dalam “Diskusi Akhir Tahun 2012: Antara Politik Pelestarian Hutan dan Bisnis Sawit,” di Jakarta, Kamis (20/12).

Sawit Watch hingga saat ini juga belum menemukan perusahaan yang benar-benar baik dalam ekspansi perkebunan. Namun, menurut Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono, konflik terjadi karena tidak adanya ketegasan dalam tata ruang kawasan hutan.

“Ketetapan lahan harusnya tegas diatur dalam tata ruang,” kata Joko yang juga mengeluhkan banyaknya perbedaan tata ruang dalam tiap level pemerintahan.

Menurut Mas Ahmad Santosa, Deputi IV Bidang Hukum UKP4, ada tiga akar utama masalah konflik lahan sawit dengan masyarakat. Pertama, ketidakjelasan status lahan dan kepemilikan. Kedua, ketimpangan struktur kepemilikan, penguasaan, dan peruntukan tanah. Ketiga, adanya kelemahan dalam tata kelola pemerintahan.

“Konflik lahan dan plasma terjadi dan semakin meluas seiring ekspansi usaha sawit yang berkembang pesat dan tidak diiringi kebijakan pengaman sosial yang memadai,” ujar Mas Achmad.

Hingga saat ini belum ditemukan win-win solution bagi pihak pengusaha sawit dan masyarakat setempat. Tapi dengan moratorium yang tepat, penertiban perizinan dan pemantauan, serta perbaikan tata ruang, akan ditemukan jalan tengah yang memuaskan kedua pihak.
(Zika Zakiya)

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/sulit-mencari-solusi-konflik-sawit

Manusia Sebabkan Air Laut Bertambah Asin

Ketika bumi semakin panas, semakin banyak air yang menguap (evaporasi). Proses ini meninggalkan garam dengan konsentrasi tinggi.

laut,samudraIlustrasi laut (Thinkstockphoto)

Fenomena perubahan iklim sering dikaitkan dengan pencairan gletser dan es di laut, meningkatnya frekuensi gelombang panas, dan badai yang kuat. Ternyata bukan hanya hal itu saja, penelitian mengungkap perubahan iklim juga mempengaruhi peningkatan keasaman air laut.

Rasa asin atau salinitas pada air laut dikendalikan oleh berapa banyak air yang mengalir ke laut dari sungai dan juga hujan yang bercampur evaporasi. Peristiwa ini dikenal dengan siklus air.

Ketika perubahan iklim terjadi dan bumi semakin panas, maka matahari akan bersinar lebih banyak. Mengakibatkan semakin banyak air yang menguap (evaporasi). Proses evaporasi ini meninggalkan garam dengan konsentrasi tinggi di beberapa tempat.

Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan ini menyebar melalui pergerakan aliran air sehingga mengubah salinitas air laut. Ahli kelautan dari Scripps Institution of Oceanography dan Lawrence Livermore National Laboratory mengungkapkan, data sidik jari perubahan salinitas mulai dari tahun 1955 hingga 2004 dari 60 derajat lintang selatan hingga 60 derajat utara pada kedalaman 700 meter di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia.

Dalam penelitiannya mereka menemukan perubahan salinitas sesuai dengan perkiraan mereka, yaitu disebabkan oleh beberapa faktor alam yang terjadi secara alamiah seperti El Nino dan letusan gunung berapi.

Selanjutnya mereka mencoba membandingkan dengan 11.000 tahun data laut yang dihasilkan dari simulasi 20 model terbaru global. Ketika dibandingkan, mereka menemukan bahwa perubahan terlihat di lautan sesuai dengan dugaan mereka: manusia melawan iklim.

Terlebih lagi ketika mereka mengombinasikan dengan perubahan suhu salinitas, jejak manusia makin terlihat jelas. “Hasil ini menambah bukti bahwa manusia memaksa iklim terjadi dan telah mengubah iklim. Hal ini memiliki dampak mendalam bagi orang-orang di seluruh dunia dalam dekade mendatang,” ujar pernyataan ahli kelautan yang terlibat dalam penelitian.
(Umi Rasmi. Sumber: Discovery News)

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/manusia-sebabkan-air-laut-bertambah-asin

Selisik Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan

Kaum hawa menentukan keputusan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, mulai dari hulu hingga hilir.

perempuan,pangan,kehatiPerempuan menentukan ketahanan pangan dan gizi dalam keluarga (Dok. Yayasan KEHATI)

Manusia yang telah mencapai angka populasi 7 miliar jiwa telah kami gaungkan sejak tahun lalu. Populasi yang bertambah sesak itu tentu menimbulkan masalah baru, salah satunya kebutuhan pangan. Indonesia, dengan angka populasi yang besar, tak lepas dari persoalan itu. 

Menurut Badan Pangan Dunia, sekitar 925 juta penduduk mengalami kekurangan gizi di seluruh dunia pada 2011. Negara kita (dengan jumlah penduduk sebanyak 241 juta jiwa – BPS, 2012) telah mengalami permintaan pangan bertambah dalam jumlah, mutu dan keragamannya.

Sementara itu, pertumbuhan kapasitas produksi pangan lokal telah menghadapi sejumlah hambatan, seperti alih fungsi lahan, dukungan infrastruktur pangan yang kurang memadai, regulasi yang kurang mendukung produksi pangan lokal, agroekosistem yang tidak sesuai, keberpihakan pada pangan impor, iklim usaha yang tidak kondusif dan perubahan iklim.

Dari populasi sebesar itu, ternyata angka penduduk perempuan mendominasi (sebanyak 51%). Itu sebabnya, perempuan berperan penting dalam berbagai bidang. Kita dapat ambil contoh, peran kaum hawa dalam ketahanan pangan, gizi dan kesehatan keluarga.

Di dalam bidang ini, seorang perempuan mengambil keputusan, misalnya memilih  bahan pangan, mengolahnya secara sehat, dan memilih kebutuhan rumah tangga yang ramah lingkungan. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang bahan pangan sehat dan memenuhi kebutuhan gizi, cara pengolahannya dan kebutuhan rumah tangga yang ramah lingkunganmenjadi penting untuk dimiliki setiap perempuan Indonesia.

perempuan,pangan,kehatidok. Yayasan KEHATI

Peran perempuan itu terungkap dalam sebuah festival yang bertemakan “Perempuan dan Pangan”. Gelaran yang diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI pada Sabtu (22/12) itu membuka wawasan kita bagaimana perempuan belajar, mendengar, dan berdiskusi bersama para pakar dalam memilih dan mengolah bahan pangan lokal yang sehat juga tentang kebijakan pangan baik skala lokal maupun nasional.

Festival Perempuan dan Pangan ini diselenggarakan atas kerjasama Yayasan KEHATI, dengan Badan Ketahanan Pangan – Kementerian Pertanian, Dompet Dhuafa, Omar Niode Foundation, Jaringan Radio Suara Petani dan Nelayan (JRPS), Kalbe Farma, Tabloid Nova, Majalah Womens&Health, dan Unilever Indonesia.

MS.Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI di dalam festival itu mengatakan,”Indonesia punya keragaman pangan sangat tinggi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk bahan pangan.”

Ia melanjutkan, ”Perempuan merupakan kunci untuk pelestarian keragaman sumber pangan, dan kesehatan keluarga, di festival ini kaum perempuan dapat berbagi dan mendapatkan pengetahuan tentang bahan lokal, pengolahannya yang sehat dan memenuhi kebutuhan gizi, juga kebijakan tentang ketahanan pangan”

Pada festival ini beragam acara yang diadakan seperti pojok konsultasi: konsultasi kesehatan (kadar gula dan tekanan darah), pertanian sehat, pengolahan pangan lokal, dan makanan bayi sehat. Juga pengolahan sarapan sehat oleh Chef dari hotel bintang lima Jakarta.

Selain pojok konsultasi juga ada Sarasehan pangan dengan narasumber:  Nur Mahmudi Ismail (Walikota Depok), Gayatri Karyawati Rana (Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian), Rosalina Pulubuhu (PT. Kedai Balitaku), Ambarwati Esti Pertiwi (Roti & Kue Sehat “Arum Ayu”), Erna Cipta Fahmi (RS Rumah Sehat Terpadu – Dompet Dhuafa), Ida Farida (Pertanian Sehat Indonesia).

Melalui kegiatan seperti ini kita dapat terus mendukung peran perempuan terutama para Ibu untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Karena perempuan memiliki ikatan yang kuat dengan keanekaragaman hayati karena sebagian besar hidupnya melibatkan alam sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Mereka yang paling tahu akan pemanfaatan keanekaragaman hayati dan mempunyai sifat alamiah untuk menjaga dan merawatnya. Perempuan seumur hidupnya secara alamiah telah mengembangkan pengetahuan untuk memperoleh kehidupan dari keanekaragaman hayati yang ada di lingkungannya. Selain itu perempuan berperan besar dalam mendidik generasi penerus untuk peduli dan mau merawat alam sekitarnya. 
(Warsono. Sumber: Yayasan KEHATI)

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/selisik-peran-perempuan-dalam-ketahanan-pangan

Degradasi Lingkungan Dibalik Keuntungan Sawit

sawit,minyakIlustrasi sawit. (thinkstockphoto)

Minyak kelapa sawit adalah satu dari 14 minyak nabati yang dihasilkan Bumi. Sawit bahkan masuk sebagai empat besar minyak yang dikonsumsi manusia.

Pada 2010 lalu, minyak kelapa sawit menjadi market leader di bidang industrinya. Mencapai angka 27,5 persen konsumsi dunia, lebih tinggi dibanding minyak kedelai di angka 23,9 persen. Demikian dipaparkan oleh Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono, dalam “Diskusi Akhir Tahun 2012: Antara Politik Pelestarian Hutan dan Bisnis Sawit,” di Jakarta, Kamis (20/12).

“Secara keseluruhan, sawit hanya menghabiskan lima persen land use tapi bisa menghasilkan lebih dari 30 persen vegetable oil dunia,” ujar Joko.

Dalam sisi ekonomi, sawit menyumbang keuntungan US$1,4 miliar bagi Indonesia pada tahun 1997. Setahun kemudian, ekspor dari minyak sawit mentah meningkat, menghasilkan keuntungan US$745,2 juta. Masuk tahun 2002, keuntungan tersebut meningkat tajam menjadi US$2 miliar.

orangutan,evakuasi,kalimantanProses evakuasi orangutan di Dusun Parit Wa’dongka, Desa Wajok Hilir, Pontianak, Kalimantan Barat. Meski sempat membaik, kondisi orangutan ini memburuk dan akhirnya mati, Rabu (29/8). (SugengHendratno/WWF-Indonesia)

Namun, segala keuntungan sawit tercekal dengan negativitas di belakangnya. Ekspansi sawit di Sumatra dan Kalimantan memaksa keanekaragaman hayati untuk menyingkir. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) jadi salah satu contoh.

Populasi orangutan ini menurun sebanyak 50 persen dalam 60 tahun terakhir karena ekspansi perkebunan. Dalam beberapa kasus, orangutan ini dibunuh petani yang melindungi tanamannya.

Perkebunan sawit juga hanya bisa menampung spesies lebih sedikit dibanding hutan primer atau tanaman perkebunan lainnya. Penelitian pada tahun 2008 yang dikutip dalamDeforestation due to Palm Oil Plantations in Indonesia menyebut, rata-rata hanya 15 persen spesies dari hutan primer yang bisa hidup di kebun kelapa sawit.

Data dari Ditjen Planologi Kementerian Kehutanan menyebut, pada 2011, ekspansi sawit mencapai 8,3 juta hektare. Namun, organisasi bidang lingkungan, Sawit Watch, mencatat angka 11 juta hektare lebih. “Jika jumlah ini ditambahkan, hak kelola rakyat dan hutan bisa tidak ada lagi,” ujar Direktur Eksekutif Sawit Watch Jefri Gideon Saragih.

Ditambahkannya perlu ada revisi beberapa peraturan, salah satunya perpanjangan Moratorium Inpres No.10 tahun 2011 mengenai penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut.

“Permasalahan terbesar itu di moratorium dulu, kalau tidak di RTRW-nya (Rencana Tata Ruang Wilayah) atau di otonomi daerahnya dulu,” kata Jefri.

Izin dan konflik

kelapa sawitPerkebunan kelapa sawit (Thinkstockphoto)

Diakui Direktur Perencanaan Kawasan Kehutanan Kemenhut Basoeki Karyaatmadja, pihaknya sering menerima permohonan pelepasan lahan.

“Sekitar 70 persen surat masuk, minta pelepasan hutan untuk perkebunan.”

Salah satu prinsip pelepasan kawasan hutan adalah dapat dilakukan pada Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK). Dengan batas maksimal 100 ribu hektare untuk satu perusahaan yang diberikan secara bertahap.

Namun, timbul masalah ketika ada klaim lahan dari masyarakat setempat. Menurut Mas Ahmad Santosa, Deputi IV Bidang Hukum UKP4, ada tiga akar utama masalah konflik lahan sawit dengan masyarakat. Pertama, ketidakjelasan status lahan dan kepemilikan. Kedua, ketimpangan struktur kepemilikan, penguasaan, dan peruntukan tanah. Ketiga, adanya kelemahan dalam tata kelola pemerintahan.
(Zika Zakiya)

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/keuntungan-sawit-dibayar-kerusakan-lingkungan

Cegah Defisit Lahan Pertanian, Moratorium Alih Fungsi Sawah Diusulkan

Defisit lahan terjadi akibat dampak alih fungsi lahan pertanian serta peningkatan kebutuhan pangan.

padi,ladang,berasIlustrasi sawah dan padi. (Thinkstockphoto)

Indonesia bisa terancam mengalami defisit lahan pertanian seluas 730.000 (0,73 juta) hektare pada 2015 mendatang.

Jumlah penduduk pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 255 juta jiwa. Dengan asumsi konsumsi beras per kapita adalah 135,1 kilogram per kapita/tahun, untuk memenuhi konsumsi akan dibutuhkan lahan tanaman padi 13,38 juta hektare. Namun saat itu hanya tersedia lahan 13,20 juta hektare.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto mengatakan, saat ini defisit lahan terjadi akibat dampak alih fungsi lahan pertanian serta peningkatan kebutuhan pangan.

Maka Kementerian Pertanian akan mengusulkan kepada Presiden perlunya menerbitkan instruksi soal moratorium alih fungsi sawah, sebagai upaya pengendalian laju konversi lahan pangan.

“Selain moratorium itu, pemerintah juga tengah mengaudit sawah. Pelopor-pelopor tindakan yang militan dalam penyelamatan sawah juga diperlukan. Contohnya, kelompok tani dan kepala desa di Tuban, yang memberlakukan peraturan desa soal larangan alih fungsi sawah seluas 50 hektare,” ujar Gatot.

Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Emil Salim menekankan, pemerintah hanya punya waktu setahun lagi untuk menjalankan rencana aksi, termasuk di tahun 2014 sudah akan masuk pada proses Pemilu Presiden. “Kalai tidak sekarang dimulai, tak ada waktu lagi,” tandasnya.

Baca: Pertanian Indonesia Hadapi Ancaman Krisis Pangan
(Gloria Samantha. Sumber: Kompas)

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/cegah-defisit-lahan-pertanian-moratorium-alih-fungsi-sawah-diusulkan

Tanaman Raksasa Terbesar dan Terbau Kembali Mekar

Tanaman ini jarang mekar, sangat sulit dibudidayakan, dan butuh waktu enam tahun untuk tumbuh besar

titan arum,amorphophallus titanumTitan arum (Amorphophallus titanum)

Ratusan pengunjung memadati sebuah kebun raya di kawasan tenggara Brasil untuk menyaksikan peristiwa langka, yakni mekarnya Titan arum, spesies tumbuhan tropis berukuran raksasa yang terbesar dan terbau di dunia.

Tanaman yang juga dikenal dengan “bunga bangkai” ini disebut demikian karena memiliki aroma yang serupa dengan daging busuk. Menurut Patricia Oliveira, seorang botanis yang bekerja di kebun raya Inhotim, sekitar 445 kilometer dari Rio de Janeiro, di mana tanaman tersebut dipelihara, ia mulai berkembang tepat pada hari Natal lalu dan kini sudah kembali menguncup.

“Tanaman ini mengembang selama 72 jam. Sepanjang waktu tersebut, ia akan mengeluarkan bau tak sedap untuk memancing datangnya lalat dan kumbang,” kata Oliveira.

Titan arum, yang punya nama ilmiah Amorphophllus titanum, yang memiliki arti penis raksasa berbentuk aneh, merupakan tanaman asli asal hutan hujan Sumatra barat. Yang membuat kejadian ini menjadi istimewa adalah karena tanaman ini jarang mekar, sangat sulit dibudidayakan, dan butuh waktu enam tahun untuk tumbuh besar.

Per Kamis (27/12) ini, spesimen Titan arum yang dimiliki kebun raya di Brasil ini telah tumbuh hingga memiliki ketinggian 167 sentimeter. Namun, ia masih berpeluang untuk tumbuh hingga ketinggian tiga meter. “Fenomena mekarnya bunga tersebut merupakan yang kedua. Ia pertamakali mekar pada Desember 2010,” kata Oliveira.

Saat ia mekar, tanaman ini memiliki suhu tubuh yang sama dengan suhu tubuh manusia sehingga membantu mempermudah penyebaran aroma baunya. Spesies ini sendiri pertama kali ditemukan oleh Odoardo Beccari, seorang ilmuwan Italia pada tahun 1878. Sepuluh tahun kemudian, spesies yang dibawa ke kebun raya di London berhasil mekar dan fenomena mekarnya tanaman tersebut baru terjadi kembali pada tahun 1926.

Banyak orang yang keliru membedakan antara Amorphophllus titanum dengan Patma raksasa atau Rafflesia arnoldii, spesies tanaman asli asal Bengkulu, yang pertamakali ditemukan tahun 1818. Kemungkinan, karena orang sudah mengenal Rafflesia sebagai bunga terbesar dan kemudian menjadi bias dengan ukuran Titan arum yang juga besar.
(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

 
 sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/tanaman-raksasa-terbesar-dan-terbau-kembali-mekar

Tanaman Dapat Meredam Limbah Pertanian

Biasanya, tanaman yang tumbuh di saluran irigasi disingkirkan untuk menghindari penyumbatan

pertanian,lahan,tanahIlustrasi lahan pertanian di Amerika Serikat. (Thinkstockphoto).

Sejumlah peneliti United States Department of Agriculture (USDA) melaporkan bahwa berbagai tanaman dan semak yang tumbuh di saluran irigasi dapat membantu menangkap pestisida dan kandungan nutrien pada air limbah yang mengalir di sana.

Saluran irigasi berupa parit-parit yang biasa ditemukan di lahan pertanian tersebut juga bisa menjadi alternatif murah bagi para petani untuk mengelola limbah pertanian dan sekaligus melindungi sumber daya alam.

Adalah Matt Moore dan rekan-rekannya dari Agricultural Research Service (ARS), National Sedimentation Laboratory di Oxford, Mississippi yang melakukan penelitian tersebut. ARS sendiri merupakan badan penelitian ilmiah yang berada dalam naungan USDA.

Dalam laporannya, Moore menyebutkan, sampai sebelum ini, fungsi utama dari saluran pembuangan di tepi lahan pertanian hanyalah sebagai penyedia jalur bagi air limpasan dari sawah. Biasanya, para petani merawat saluran pembuangan itu dengan memangkas dan menyingkirkan tanaman-tanaman yang tumbuh di sana untuk mencegah tanaman tersebut menyumbat aliran air.

Sebagai studi awal, Moore dan rekan-rekannya mengevaluasi aliran serta penangkapan herbisida atrazine dan insektisida lamda-cyhalothrin selama 28 hari pada sebuah drainase pertanian sepanjang sekitar 50 meter yang ditumbuhi tanaman di kawasan Mississippi.

Satu jam setelah ia memulai simulasi aktivitas pembuangan air limbah, ternyata sebanyak 61 persen atrazine dan 87 persen lambda-cyhalothrin telah berpindah dari air limbah ke tanaman-tanaman di parit. Hingga pada akhirnya, di ujung saluran irigasi, konsentrasi pestisida pada air telah menurun hingga ke level yang secara umum tidak beracun bagi satwa air yang berada di sungai.

Selain di Mississippi, Moore juga melakukan studi serupa di kawasan California dan mendapati bahwa tanaman di saluran pembuangan mampu mengurangi pestisida yang mengalir dari ladang tomat dan alfalfa (Medicago sativa).

Sebagai tindak lanjut dari temuan Moore dan rekan-rekannya, Natural Resources Conservation Service (NRCS) di California memasukkan drainase agrikultural yang ditumbuhi tanaman ke dalam kampanye Environmental Quality Incentives Program (EQIP) mereka. Artinya, para petani yang menggelar saluran pembuangan yang ditumbuhi tanaman bisa mengklaim biaya yang mereka keluarkan hingga 50 persen.

Hasil studi yang dilakukan oleh Moore juga mempengaruhi keputusan yang diambil oleh para pejabat NRCS di Mississippi untuk memasukkan metode saluran pembuangan yang ditumbuhi tanaman ke EQIP negara bagian tersebut.
(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/01/tanaman-dapat-meredam-limbah-pertanian

Prangko Indonesia Berbahan Kulit Kambing Pecahkan Rekor Dunia

Prangko bergambar gunungan wayang ini dibuat dari kulit kambing etawa dan berhasil mencatat rekor MURI

Sebuah terobosan baru hadir dari dunia filateli Indonesia. Prangko yang biasanya terbuat dari kertas, kali ini dibuat langsung dari kulit kambing. Bahkan inovasi ini menjadi yang pertama di seluruh dunia.

Pada Rabu (12/12) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Hadi Sukirno mengaku terkejut mendapat penghargaan khusus atas jasanya membuat prangko dari kulit kambing etawa. Perajin kulit asal Yogyakarta ini mengaku membuat prangko tersebut secara manual.

Pria yang menekuni kerajinan kulit sejak tahun 1958 ini mengaku diminta PT Pos Indonesia untuk membuat prangko bergambar gunungan dari kulit hewan. Gunungan dipilih karena merupakan simbol pewayangan.

perangko,kulit kambing,filateli,muri,budayaHadi Sukirno bersama perangko dari kulit kambing/Olivia Lewi

“Wayang sendiri merupakan bagian dari budaya Indonesia. Dengan digambarkan pada perangko menjadi identitas Indonesia secara khusus,” papar Hadi.

Prangko gunungan ini dibuat dengan ukuran tinggi enam sentimeter dan lebar tiga sentimeter. Adapun kulit kambing etawa dipilih karena memiliki pori-pori yang halus. 

April 2012 ia memulai membuat prangko ini. Pada tahapfinishing-nya atau penyatuan dengan kertas, prangko kulit kambing ini dibawa ke Prancis. Setelah selesai pada Juni 2012, pada bulan November, MURI mencatatnya sebagai rekor dunia sebagai perangko dari kulit hewan.

Prangko ini dicetak sebanyak 21 ribu dan dijual pada kolektor filateli Indonesia. Harganya pun berbeda dengan prangko pada umumnya yakni mencapai Rp50.000. Wajar saja,karena perangko ini menghabiskan dana puluhan juta.

Vice President Konsinasi Philately PT Pos Indonesia Bambang Irian menambahkan, prangko gunungan dari kulit kambing ini merupakan terobosan baru kantor Pos Indonesia. Tidak berhenti di sini, prangko dari bahan batik pun turut diluncurkan berbarengan dengan karya Hadi Sukirno ini.

“Kedua prangko ini menjadi prestasi tersendiri bangsa ini. Prangko ini juga menjadi ikon dunia bahwa Indonesia memiliki budaya batik dan wayang,” katanya.

Peluncuran sampul peringatan filateli istimewa

Dalam kesempatan sama, perkumpulan filatelis DIY dan Kantor Pos II Yogyakarta meluncurkan sampul peringatan filateli istimewa 12.12.12. Tema yang diangkat adalah “The 12 Favourite Museum Jogja,” atau 12 museum yang memiliki tingkat kunjungan tertinggi di Yogyakarta.

Ketua Badan Musyawarah Museum DIY KRT Thomas Haryononagoro mengatakan, sampul istimewa memang sengaja diluncurkan pada momentum 12.12.12, di mana semua serba 12. Gambar sampul yang menunjukkan 12 museum di DIY dengan kunjungan tertinggi. Lalu jumlah yang diedarkan sebanyak 1.212. Sampul ini hanya diedarkan  di wilayah DIY seharga Rp 6.000.

Sampul peringatan peristiwa merupakan barang kolektor filateli berupa amplop bergambar khusus selain prangko. Menurut Thomas, museum dan filateli memiliki hubungan erat yakni pembangunan karakter bangsa serta promosi pariwisata.

Filateli adalah hobi mengumpulkan prangko atau benda pos lainnya. Hobi ini ada sejak penerbitan prangko pertama di dunia tanggal 8 Mei 1840 di Inggris. Filateli ini akhirnya tersebar di dunia dan memiliki wadah organisasi tersendiri yakni Federation Inter Asian Philately (FIAP) serta Federation Internationale of Philately (FIP). Di Indonesia, anggotanya sudah mencapai 400 ribu orang.
(Olivia Lewi Pramesti)

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/prangko-indonesia-berbahan-kulit-kambing-pecahkan-rekor-dunia

FESTIVAL FILM PALESTINA

Bumi Cukup Luas untuk Semua Orang

Festival Film Palestina mengingatkan akar semua konflik di dunia adalah kemanusiaan: memperebutkan lahan untuk hidup.

jerusalem,palestina,israelKota Jerusalem yang masih menjadi lahan konflik antara Palestina dan Israel. (Thinkstockphoto)

“Saya tak punya waktu untuk berperang. Saya hanya ingin membesarkan anak-anak dalam suasana tenteram dan damai.”

Tuturan Ayyed Morrar, petani zaitun di Tepi Barat, Palestina, ini dipilih sebagai scenepertama mengisyaratkan Budrus dibuat dengan semangat mengangkat keinginan dasar manusiawi: hidup aman dan damai.

Ayyed menggerakkan 1.500 warga desa Budrus untuk unjuk rasa damai menentang pembangunan tembok pembatas oleh Israel yang akan menggusur 300 hektare tanah yang ditanami 3.000 pohon zaitun, sumber nafkah mereka.

Film dokumenter ini diputar di sesi ketiga Festival Film Palestina yang hanya sehari digelar oleh Asia Pacific Community for Palestine di Jakarta, Minggu (16/12). Penonton memenuhi nyaris 800 bangku Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, di keempat sesi yang menarik tiket Rp 35.000 – Rp45.000.

Home Front menyuguhkan empat sosok di Sheikh Jarrah, timur Al Quds – warga Palestina, Israel, dan warga negara Amerika – yang menentang pengambilalihan lahan oleh Israel. Tears of Gaza tentang gempuran Israel yang membabi buta bahkan pada anak-anak dengan tembakan jarak dekat.

Serta Bethlehem, wilayah kaum Nasrani yang menegaskan bahwa konflik di tanah Palestina sejak lebih dari setengah abad lalu bukanlah konflik SARA, tapi lebih pada perebutan lahan kehidupan.

Kembali ke Budrus, film dokumenter satu jam ini menyajikan secara objektif konflik kepentingan di tanah Palestina. Warga desa yang telah tinggal turun-temurun dan tiba-tiba terusik oleh kedatangan Israel.

Tentara perbatasan Israel -termasuk satu tentara wanita yang disebut Yasmina oleh warga desa- bersikeras bahwa pembangunan tembok penting untuk melindungi Israel dari serangan bom bunuh diri Palestina. Hingga menunjukkan simpati warga Israel dan dunia yang datang ke Budrus untuk turut menentang pembangunan tembok pembatas.

Film ini menyajikan suatu proses: dari desa yang tenang, tiba-tiba memanas oleh kedatangan Israel, kemufakatan warga untuk menentang tanpa kekerasan tapi tetap kukuh agar Israel segera angkat kaki. Setelah 55 kali unjuk rasa damai, akhirnya dicapai jalan tengah: tembok tetap dibangun tapi dengan pembaruan jalur yang tak takkan mengganggu kebun zaitun dan pemakaman leluhur Palestina.

palestina,israelTembok perbatasan Israel dengan Palestina (Thinkstockphoto)

Konflik ini pun menumbuhkan kesadaran pada diri Iltezam, putri Ayyed Morar, bahwa tak semua orang Israel seperti citra yang ia dapatkan selama ini. Ada pula yang bersimpati damai.

Saya teringat sebuah kisah di seri komik kisah-kisah dari Alkitab untuk anak-anak yang saya baca semasa kanak-kanak: ada seorang lelaki Yahudi terluka tak sadarkan diri di jalan. Beberapa orang Yahudi yang melintas tak tergerak menolong.

Akhirnya sang penolong adalah seorang lelaki Filistin (Palestina) yang selama ini kerap mendapat pencitraan buruk dari warga Yahudi. Bahwa, tidaklah adil memberi suatu cap pada suatu bangsa atau suku bangsa. Semuanya kembali pada pribadi masing-masing.

Budrus meraih tak kurang dari sembilan penghargaan pada berbagai festival film internasional. Ketika meninggalkan ruang pemutaran film, saya menangkap pesan yang tak terucap dari dokumenter menarik ini : bahwa Bumi cukup luas untuk semua orang.

Tak perlu mengganggu dan menutup wilayah dan lahan rezeki orang lain. Tembok pembatas adalah cermin kekhawatiran yang sebenarnya tak perlu. Semua bisa hidup berdampingan damai, bila mau.

Baca juga: Terowongan Gaza, kehidupan ekonomi bawah tanah sekaligus jebakan mematikan di jalur konflik Israel dan Palestina.
(Christantiowati)

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/12/bumi-cukup-luas-untuk-semua-orang

“Wonderful Indonesia” Harumkan Pariwisata Nusantara di AS

Kendaraan pawai “Wonderful Indonesia” dengan paduan wayang golek, stupa, dan gamelan, meraih penghargaan di Parade Bunga Mawar di Pasadena, AS.

Nama pariwisata Indonesia kembali melanglang di pentas dunia. Kali ini kendaraan pawai Indonesia dengan tema “Wonderful Indonesia” meraih President’s Award di ajang Rose Parade ke 124 yang berlangsung di Pasadena, California, Amerika Serikat, pada 1-2 Januari 2013.

Kendaraan pawai “Wonderful Indonesia” menampilkan wayang golek yang terdiri dari Arjuna, Krisna, dan Gatot Kaca. Ditambah miniatur obyek wisata Jawa Tengah berupa stupa dan gamelan. Penampilan float (mobil pawai) Indonesia semakin berbeda dengan tampilnya 12 penari dari Solo Batik Carnival sebagai pengiring.

Rose Parade atau Parade Bunga Mawar sendiri adalah acara tahunan yang disaksikan sekitar 450 juta masyarakat dunia. Besarnya animo penonton untuk menyaksikan parade ini sampai mendorong mereka untuk bermalam di lokasi yang akan dilewati barisan float.

“Satu-satunya cara untuk merasakan pengalaman Parade Bunga Mawar adalah berada di sini secara langsung,” ujar Gineen Alcantara-Nakama, salah satu penduduk Los Angeles, California.

Untuk tahun 2013, Parade Bunga Mawar mengambil tema “Oh, the places you’ll go” dan melibatkan 42 kendaraan pawai. Menurut peraturan, setiap jengkal dari kendaraan ini harus diselimuti bunga atau materi tanaman lain.
(Zika Zakiya. Sumber: Kemenparekraf, Fox News)
sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/01/wonderful-indonesia-harumkan-pariwisata-nusantara-di-as

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 10,982 other followers