MAKALAH SEMINAR PRAKTEK KERJA USAHA

PT. AGRO PALINDO SAKTI

TANAMAN KELAPA SAWIT

(Elaeis Guenensis Jacq)

O

L

E

H

  1. 1.    BAGUS JAKA SATRIA
  2. 2.    ABDI KAFFAH ILMI
  3. 3.    ABDUL ARIF ARIANSYAH
  4. 4.    ABI AQOMADIN
  5. 5.    ABI DZAR GHIFFARY
  6. 6.    AGUNG DWI SANTOSO
  7. 7.    ANDREAS DAMANIK
  8. 8.    ANDRIAN SUBAGIO

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERKEBUNAN

 

SEKOLAH PERTANIAN PEMBANGUNAN (SPP) NEGERI

SEMBAWA – PALEMBANG

2011

 

 

 

I. PENDAHULUAN

 

A. Latar belakang

Komoditas kelapa sawit (Elaeis guenensis jacq) ini merupakan salah satu tanaman industri yang cukup penting. Komoditas banyak diminati oleh para investor,karena dinilai cukup tinggi di bandingkan dengan produktivitas komoditi tanaman perkebunan lainnya. Tanaman juga merupakan tanaman penghasil minyak nabati tertinggi persatuan luas lahan di bandingkan penghasil minyak lainnya seperti kelapa, kacang tanah, kedelai dan lain-lain (Yahya, 1990)

Potensi areal perkebunan Indonesian masih terbuka luas untuk tanaman kelapa sawit. Hal ini dapat di buktikan dari peningkatan pertanaman areal kelapa sawit selama lima tahun terahkir. Pada tahun 1998 luas areal mencapai 2.788.783 Ha dan mengalami peningkatan hingga tahun 2002 sebesar 47,6% atau rata-rata 9,5% pertahun, dengan luas areal mencapai 4.116.646 Ha pada tahun 2002. Sesuai dengan peningkatan luas areal tersebut terjadi pula peningkatan produksi keseluruhan dari 5.640.154 ton minyak sawit (CPO) pada tahun 1998 menjadi sebesar 8.157.190 ton minyak sawit pada pada tahu 2002 atau sebesar 44,6% dalam lima tahun atau rata-rata produksi pertahun sebesar 8.92% (Direktoriat Jendral Perkebunan, 2002)

Oleh karena itu tanaman kelapa sawit, sangat cocok untuk diusahakan. Karena, cukup menguntungakan dan dapat menambah pendapatan masyarakat, juga menambah devisa Negara. Serta dalam teknik budidaya juga dinilai mudah.

 

  1. B.  Tujuan

 

Tujuan dari pelaksaan Praktek Kerja Usaha (PKU) adalah sebagi berikut :

  1. Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa dalam usaha tani
  2. Melatih siswa melakukan kegiatan di unit usaha tani yang berdasarkan dalam pengolahan usahanya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II. PELAKSANAAN

 

  1. A.     WAKTU DAN TEMPAT

 

  1. Waktu

Waktu pelaksaan (PKU) dilaksanakan pada tingkat III semester V di mulai dari tanggal 1 juli sampai dengan 30 september 2011. Selama 3 bulan.

  1. Tempat

Praktek kerja usaha (PKU) di laksanakan di PT. AGRO PALINDO SAKTI yang bertempat :

Desa                     :           Meranti

Kecamatan           :           Suak Tapeh

Kabupaten            :           Banyuasin

Provinsi               :           Sumatra Selatan

 

  1. B.      Jadwal dan kegiatan

Adapun kegiatan yang dilakukan di PT. AGRO PALINDO SAKTI adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

 

no

TANGGAL

KEGIATAN

1.

2

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

2 Juli – 9 Juli 2011

11 juli – 14 juli 2011

15 juli 2011

16 juli 2011

18 juli 2011

19 juli 2011

20 juli – 30 juli 2011

1 agustus – 5 agustus 2011

6 agustus – 16 agustus 2011

17 agustus 2011

18 agustus – 19 agustus 2011

20 agustus – 23 agustus 2011

24 agustus – 26 agustus 2011

27 agustus 2011

29 agustus – 3 september 2011

5 september – 9 september 2001

10 september – 12 september 2011

13 september – 20 september 2011

29 september 2011

30 september  2011

Mereking (bokor)

Menebas

Memupuk

Menyemprot

Sortasi

Menyiram benih

Membuat taman

Membuat TPH

Mereking ( membokor)

Libur (hari kemerdekaan)

Mereking (membokor)

Merumpuk

Menyusun polibag

Tidak ada kegiatan

Libur lebaran

Jaga api

Mereking (membokor)

Ngutip brondol

Pemberian materi

Uji kopetensi

 

 

 

C. Kerja pengalaman

Dalam kegiatan praktek kerja usaha (PKU) ini kami di tempatkan di kebun PT.AGRO PALINDO SAKTI dengan melakukan kegiatan kebun secara langsung yaitu sebagai karyawan harian lepas (HL) selama tiga bulan. Kegiatan teknis tersebut meliputi: pengendalian gulma, sircle, deteksi hama, analisa daun, pemupukan, pembuatan TPH.

  1. 1.     Pengendalian gulma

Aplikasi jenis pengendalian gulma yang dilaksanakan di kebun PT.AGRO PALINDO SAKTI terbagi atas dua macam yaitu :

  1. a.    Weending manual/dongkel anak kayu

Alat yang digunakan adalah cangkul dan parang, sedangkan caranya dengan mendongkel atau mencangkul gulma itu sampai ke akarnya kemudian bekas dongkelan di letakan di gawangan mati. Rotasi pekerjaan weeding manual di sesuaikan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit. Pada usia 14-17 tahun rotasi kgiatan weeding manual di laksanakan 2 kali setahun

  1. b.    Pengendalian gulma secara kimiawi (herbicide)

Jenis pengendalian gulma yang kami lakukan adalah semprot piringan atau spraying circle.

Alat yang kami gunakan adalah knad solo dengan menggunakan nozel warna kuning memakai herbisida winson 20WG, dengan dosis 120cc per L air. Penyemprotan di lakukan di sekeliling piringan pohon sawit dengan lebar piringan 2 meter dari pangkal batang. Air yang digunakan harus bersih

 

  1. 2.     Pengendalian hama

Kegiatan deteksi hama meliputi pengamata rata-rata jumlah ulat per pelepah pada masing-masing petekdengan mengamati dan menghitungnya langsung di lapangan. Serangan ringan jika terdapat 1-5 ulat dalam satu pohon, serangan sedang jika terdapat 6-10 ulat dalam satu pohon, dan seranga berat jika terdapat lebih dari 10 ulat dalam satu pohon.

  1. 3.     Analisa daun

Pengambilan contoh daun di mulai pada baris ke 3 pohon ke 3, kemudian setelah di ambil contoh daunnya, hitung 10 pohon dari pohon ke 3 tadi, bila hitungan pohon telah kurang dari 10, pindah pada baris ke10 dan pada pohon ke 10 begitu seterusnya. Cara pengambilan contoh daun adalah:

 

  1. Tentukan daun ke 17, kemudian potong dengan menggunakan egrek atau dodos. Ambil contoh daun 15 cm dari tengah pelepah, yang mengarah ke pangkal pelepah atau 15 cm dari batas antara tulang pelepah yang lancip dan lebar. Helai daun yang diambil adalah 4 helai pada bagian kiri dan 4 helai bagian kanan.
  2. Sepertiga bagian ujung dan bawah di potong dan di buang. Kemudian dimasukan kedalam plastic. Daun tersebut dibersihkan dengan menggunakan aquades kemudian di potong kecil-kecil. Daun-daun harus di keringkan pada hari itu juga, dengan menggunakan dry oven, hingga kadar air berkurang sampai 70%. Daun yang sudah di keringkan dan di masukan dalam kantong plastic dan di beri label.

 

  1. 4.     Pemupukan

Cara aplikasi pemupukan untuk tanaman kelapa sawit di PT. AGRO PALINDO SAKTI dimelaksanakan dengan menabur pupuk secara merata di sekitar pelepah (bukan di piringan). Adapun jenis pupuk yang kami aplikasikan adalah pupuk NPK dengan dosis 2,5 kg per tanaman.

 

  1. 5.     Pruning

Cara pruning adalah sebagai berikut :

  1. Seluruh pelepah di bawa songgo dua di potong sepepet mungkin dengan menggunakan dodos atau egrek sehingga membentu huruf V.
  2. Pelepah yang sudah di potong, di susun leter I pada gawangan mati dan leter U dengan ujung daun menghadap gawangn hidup.

 

 

 

  1. 6.     Pembuatan parit

Pembuatan parit dilakukan dengan mengunakan cangkul. Ukuran 60 x 60 cm dan panjang sesuai kebutuhan. Pembuatan parit dilakukan pada lahan yang tergenang dan yang berbatasan dengan kebun orang lain.

 

 

  1. 7.     Pembuatan TPH (Tempat pemungutan hasil)

Cara pembuatan TPH adalah :

TPH dibuat pada gawangan 2:1 . kemudian ukur panjang TPH dan lebarnya yaitu panjang 4m dan lebar 3 m, kemudian di bersihkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D. MASALAH DAN PEMECAHAN

a. Masalah

masalah yang di hadapi pada saat pelaksanaan praktek kerja usaha (PKU) di PT. AGRO PALINDO SAKTI adalah :

  1. Lokasi kerja yang terlalu jauh yang menyebabkan memakan waktu yang lama untuk menempuhnya.
  2. Kondisi lahan yang rawa
  3. Pada musim penghujan jalan banyak yang mengalami kerusakan sehingga mempersulit jalannya transportasi.

                                                           

  1. b.  Pemecahan

Cara pemecahan di atas adalah :

  1. di sediakannya mobil pengangkutan buah untuk antar jemput karyawan.
  2. Di buat tapak timbun untuk areal rawa
  3. Di lakukan perawatan jalan.

 

 

 

 

 

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A.Hasil

Hasil dan pembahasaan yang kami lakukan di PT. AGRO PALINDO SAKTI adalah sebagai berikut :

  1. Pengendalian gulma

-       Weeding manual (Dongkel Anak Kayu)

-       Pengendalian gulma kimiawi (Herbicide)

  1. Pengendalian hama
  2. Analisa daun
  3. Pemupukan
  4. Pruning
  5. Pembuatan parit
  6. Pembuatan TPH (Tempat Pemungutan Hasil)

 

 

B. Pembahasan

  1. 1.      Pengendalian gulma, yang termasuk di dalamnya adalah weeding manual (Dongkel Anak Kayu) dan pengendalian gulma kimiawi adalah suatu kegiatan yang di lakukan untuk mengendalikan tumbuhan yang merugikan di sekitar pertanaman. Gulma yang harus di dongkel tersiri atas jenis gulma berkayu seperti  Melastoma malabatrichum (seduduk), dan jenis paku-pakuan. Beberapa spesies gulma umum pada kegiatan semprot piringan dan gawangan mati antara lain Imperata cylindrical (ilalang), Dicranopteris linearis (pakis kawat). Gulma merupakan pesaing tanaman pokok terutama dalam penyerapan unsur hara, air, ruang, CO2, dan sinar matahari.
  2. 2.      Pengendalian hama, adalah pemberantasan hama yang menyerang tanaman kelapa sawit. Jenis hama yang banyak menyerang perkebunan PT. Agro palindo sakti adalah ulat api. Pengendalian hama ulat api antara lain : deteksi hama, dan semprot hama. Untuk pengendalian hama yang kami lakukan di PT. Agro palindo sakti adalah deteksi hama.
  3. 3.      Analisa daun adalah suatu kegiatan untuk pengambilan contoh daun. Ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis pupuk yang harus di berikan pada setiap tanaman.
  4. 4.      Pemupukan, adalah menambah atau menyediakan kebutuhan hara bagi tanaman sehingga tanaman akan berkembang dengan baik dan akan mampu berpotensi secara optimal. Di dalam pelaksanaannya, efesiensi dan efeksifitas pemupukan harus benar-benar memperhatikan mengenai dosis, waktu pemberian, cara, maupun tempat penaburannya. Sedangkan untuk tanaman menghasilkan, dosis rekomendasi pemupukan berdasarkan analisa daun dan analisa tanah.
  5. 5.      Pruning adalah pemangkasan atau pembuangan pelepah kelapa sawit yang sudah tidak berfungsi lagi, dengan membentuk songgo (dua pelepah di bawah buah). Tujuan pruning adalah mengurangi penguapan dan mempermudah pemanenan.
  6. 6.      Pembuatan parit pada lahan-lahan tergenang yang kemudian di alirkan ke sungai, kegiatan ini bertujuan untuk menghindari adanya air yang tergenang yang menyebabkan terjadinya senyawa pirit yang bersifat racun bagi tanaman. Pembuatan parit juga di lakukan pada lahan yang berbatasan dengan kebun warga.
  7. 7.      Pembuatan TPH adalah tempat yang di gunakan untuk mengumpulkan TBS (tandan buah segar) yang telah di panen yang teletak di gawangan hidup. TPH memudahkan kita dalam pengangkutan TBS dari lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Membudidayakan kelapa sawit harus mempunyai perencanan yang matang dan pelaksanaan kerja yang baik, serta di dukung dengan sarana dan prasarana yang baik sehingga dalam pembudidayaan kelapa sawit benar-benar dapat diharapkan kelayakannya.

 B. Saran

  1. Kedisiplinan harus di tingkatkan dan di pertahankan
  2. Jaga selalu kekompakan
  3. Gunakan bahan yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan produksi.
  4. Di lakukan perawatan yang rutin dan baik
  5. Sarana dan prasarana memadai dalam mendukung kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 10,982 other followers

%d bloggers like this: